Tentang Plagiarisme/Plagiat (Penjiplakan seolah buatan sendiri)

Posted: June 1, 2011 in Tugas

Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.

Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Definisi plagiarisme yaitu:

Plagiarisme adalah tindakan yang secara sengaja mengakui karya atau ide orang lain sebagai karya sendiri atau memberikan kesan bahwa karya atau ide orang lain tersebut adalah karya atau idenya.

Plagiarism is taking the ideas or words of others and passing them off as your own. Plagiarism is a type of intellectual theft.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme:

  • menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
  • mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya

Hal-hal yang tidak tergolong plagiarisme:

  • menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
  • menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.
  • mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Penetapkan sesuatu adalah plagiarisme pun ada prosesnya:

  1. ada klaim. klaim/pernyataan ini berisi bahwa seseorang membuat sebuah produk yang merupakan hasil karya sendiri bukan copy dari orang lain. bentuk klaim ya macem2, di UNSW, kita wajib membuat pernyataan ini setiap kali kita submit assignments, papers, atau exams. isi pernyataan intinya adalah bahwa yang ditulis dalam assignments/exams/papers adalah hasil kerja kita sendiri, bukan copy dari orang lain.
  2. setiap klaim harus ada references/buktinya. jika dalam paper kita menulis, “indonesia’s internet penetration is the highest in asia” kita perlu nyebutkan siapa yang bilang begitu, dan harus tulis referencesnya apakah itu sumbernya dari research kita, atau dari tulisan/research orang lain?
  3. Kemudian ada pengecekan atas klaim & referencesnya. proses pengecekan ini biasanya dilakukan oleh supervisor, lecturer, penguji, atau publik. nah jika referencesnya salah, atau tidak mencantumkan references, maka paper hasil karya kita adalah plagiarism. dan di UNSW, plagiarism adalah kebuah kejahatan akademik. tidak ada alasan bagi kita untuk pura2 lupa dengan plagiarism. karena setiap student baru yang masuk, UNSW mewajibkan tiap student untuk agree terhadap policy plagiarism.

This slideshow requires JavaScript.


Faktor-faktor yang mendorong plagiarisme:

1.Tekanan formal dan informal pada peneliti sistem informasi untuk melakukan publikasi. Secara informal, peneliti sistem informasi yang secara konsisten dapat melakukan publikasi jurnal yang memiliki proses review detail dengan tingkat penolakan tinggi akan lebih dihargai oleh yang lain dari pada peneliti yang tidak mempublikasikan jurnal seperti itu. Secara formal, tekanan peneliti sistem informasi sering dihubungkan dengan proses akademik pada universitas peneliti berada. Banyak proses akademik pada universitas yang memfokuskan pada pengajaran dan penelitian yang memerlukan publikasi hasil kerja dalam bentuk jurnal dengan kualitas tinggi. Tetapi jika mereka gagal untuk melakukannya akan berakibat pemberhentian kerja dan juga akan sulit menemukan pekerjaan baru.

2. Terbatasnya pengetahuan mengenai seberapa jauh peminjaman ide diperbolehkan, cara yang tepat dalam melakukannya dan konsekuensi plagiarisme bagi korban dan plagiator. Proses penelitian berkaitan dengan membangun pengetahuan awal dan menambahkan pandangan baru ke pengetahuan awal. Proses ini jarang dilakukan tanpa meminjam dan mengembangkan dari ide peneliti yang lain. Pemakaian ide walaupun diungkapkan dengan cara yang berbeda, harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan. Tetapi kemungkinan peraturan ini kurang dipahami oleh setiap orang dalam komunitas peneliti sistem informasi. Selain itu juga cukup banyak plagiator yang berpendapat plagiarisme tidak terlalu merugikan korban.

3. Sistem yang menyulitkan tindakan perlawanan terhadap plagiarisme. Jika masalah plagiarisme ini diselesaikan melalui jalur hukum, kemungkinan pengarang asli dapat memenangkan kasus tetapi pengarang asli harus membayar biaya untuk itu. Selain itu ada juga kemungkinan plagiator menuntut balik.

  1. Sumber tidak disebutkan
  • The Ghost Writer

      Penulis mengambil karya orang lain dan menyebutnya sebagai karyanya.

  • The Photocopy

      Penulis menyalin bagian-bagian penting dari suatu sumber tanpa diubah.

  • The Potluck Paper

      Penulis mengelabui dengan mengambil dari berbagai sumber, memodifikasi kalimat-kalimantnya supaya “sambung” dan mempertahankan sebagian besar frase sumber aslinya.

  • The Poor Disguise

            Bagian terbesar dan penting dari sumber asli dipertahankan. Yang berbeda adalah penampilan yaitu dengan mengubah kata-kata dan frase kunci.

  • The Labor of Lazines

            Penulis bukannya menulis sendiri, tetapi mengubah bentuk kalimat dan kata-kata dari sumber asli sedemikian sehingga menjadi tulisan baru.

          2.  Sumber disebutkan

  • The Forgotten Footnote

            Nama penulis asli disebutkan tetapi tidak menyebutkan sumber lengkap dari mana sumber tersebut diambil.  Hal ini seringkali menunjukkan plagiarism dalam bentuk mengaburkan alamat sumber.

  • The Misinformer

            Penulis mencantumkan informasi yang salah agar tidak bisa ditelusuri

  • The Too-Perfect Paraphrase

            Penulis mencantumkan sumber dengan benar, tetapi melalaikan aturan mengutip, seperti tanda kutip, dll. Penulis mengaburkan mana yang dikutip dengan mana yang gagasannya sendiri.

  • The Resourceful Citer

            Penulis menyitir semua sumber, menuliskannya kembali dengan kata-kata sendiri dan mengutip secara benar.  Tetapi semua yang dituliskan dalam karyanya tidak ada tulisan yang merupakan idenya sendiri. Bentuk plagiarisme seperti ini seolah sebuah dokumen penelitian yang mendalam dan baru.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s