Tempayan Retak

Posted: November 20, 2009 in Lain-lain

–Tempayan Retak–
Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing
bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada
bahunya.
Satu dari tempayan itu retak, yang satunya tidak. Tempayan yang tidak
retak  selalu dapat membawa air penuh dari mata air ke rumah
majikannya,
sedang tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tempayan yang tidak
retak
merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya
dengan sempurna. Namun si tempayan retak merasa malu sekali akan
ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan
setengah dari yang seharusnya dapat diberikannnya. Tertekan oleh
kegagalan  ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air,”Saya
sungguh
malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf
kepadamu.””Kenapa?”
tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?”
“Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air
karena
retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang
jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacadku itu, saya
telahmembuatmu
rugi.” kata tempayan itu.. Si tukang air merasa kasihan pada si
tempayan
retak dan berkata,
“Jika  kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu
memperhatikan
bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan
baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan
itu  membuatnya sedikit terhibur.
Kata tukang air kepada tempayan retak, “Apakah kamu memperhatikan
adanya  bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga
di
sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu. Itu karena
aku
selalu menyadari akan cacadmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah
menanam
benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika
kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu.
Selama
dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk
menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu adanya, majikan
kita
tak
akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”
Setiap dari kita memiliki cacad dan kekurangan kita sendiri. Kita semua
adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan
kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak
ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah
kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.
Ketahuilah,
di
dalam  kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s