seKITArku

Posted: November 2, 2009 in Lain-lain

Mata hati membangunkan jiwa yang segera bangkit, bermulai menapakkan yang siap akan resiko yang akan menghadang, itulah resiko dalam hidup yang selalu berubah setiap hari dari keseharian yang kita lalui. Kecenderungan akan sikap yang selalu monoton dan perilaku yang tidak bisa kita ubah, hal layaknya seorang yang belum siap akan rintangan dan hambatan yang tidak bisa kita pungkiri adalah teman semasa kita hidup. Hadapi dan jangan takut walau kita tidak siap tetapi kita masih bisa dan tetap harus berusaha.

Lingkungan disekitar dan pengaruh positif dan negative yang selalu erat dan merupakan satu dari kesatuan yang harus kita pisahkan. Meskipun lengah dan lemah akan tipu daya dan rasa magis yang selalu ada di peran negative, terdorong dan berhasrat untuk menyelimuti jiwa yang kosong yang segera terisi, bukan jiwa kita tapi terhempas dari buaian jiwa yang telah berbalur akan keindahan semu. Dahsyat dan mudah terjadi di diri kita dengan asumsi yang begitu kalah akan norma-norma agama. Besar akan harapan dan pengorbanan yang jadinya akan segera luntur dan terhanyut sia-sia.

Yang melekat di tubuh biarlah menyatu dan yang datang maupun yang pergi itu semua suatu peran didalam hidup kita. Membersihkan karat dengan air laut, membilas lumpur dengan tanah, mengapa demikian? Itu karena suatu hal otodidak kekuatan dari diri kita. Jangan pernah menyesal dan mudah pengaruh hal-hal yang kemudian kecewa, kita tak pernah berhenti sampai disitu dan banyak cara untuk menempuh hal-hal yang tidak kita gali lagi. Senang, terharu bercampur rasa bangga seolah-olah congkak karena itu, manusia memang gengsi dan merasa tak hina padahal kekurangan itu menjadi motivasinya.

Mental dan niat, jangan pernah ragu setiap mengambil suatu keputusan, bukan dari hati ataupun niat yang tersembunyi tapi komitmen dari diri. Antusias melihat apa yang akan segera terjadi biarlah itu suatu kesimpulan kecil yang akan membesar dan menyelimuti yang kecil. Percaya dan mempercayai Kebesaran ILAHI makna dari perjalanan takdir kita, yang menjauh segera mendekat, menerangi hati yang redup, dan membawa kesejahteraan yang damai. Langkah demi langkah terasa ringan dan bebaskan beban yang tertanam, mengawali dengan yang baru merasa malu akan diri yang telah lalu dan mati.

Menegak kepala serta rasa yang harus segera di bangkitkan, momentum yang pas dimulai segera. Pencerahan hati dan terbelai sinar dan angin yang berpadu kian membawaku kearah yang semakin mendekati kebenaran. Memang tidak mudah melalui semua itu kadang harus berjibaku dengan keinginan yang sudah tau dan yang belum tau, cemoohan dan pujian yang menyindir bisa mematahkan segalanya, ujian dan cobaan memang tak mudah menjadi orang baik yang mencoba memperbaiki dirinya dan bercermin atas dirinya sendiri. Berpijak kesatu arah dan jiwa yang sendiri berusaha tanpa adanya campur tangan dan berbagi teriakan yang sangat keras sekedar melepaskan penat dan kesulitan. Pondasi dan keinginan jangan pernah tergoyahkan dan memejamkan mata hati kita layak diantara orang-orang yang di kasihi-NYA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s