<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Deadie13&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://deadie13.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://deadie13.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jun 2011 01:39:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='deadie13.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Deadie13&#039;s Blog</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://deadie13.wordpress.com/osd.xml" title="Deadie13&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://deadie13.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Keamanan komputer</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com/2011/06/02/keamanan-komputer/</link>
		<comments>http://deadie13.wordpress.com/2011/06/02/keamanan-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 01:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deadie13</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deadie13.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Keamanan komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan. Menurut John D. Howard dalam bukunya “An Analysis of security incidents on the internet” menyatakan bahwa : Keamanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=148&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Keamanan komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut John D. Howard dalam bukunya “An Analysis of security incidents on the internet” menyatakan bahwa :</p>
<p style="text-align:justify;">Keamanan komputer adalah tindakan pencegahan dari serangan pengguna komputer atau pengakses jaringan yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Gollmann pada tahun 1999 dalam bukunya “Computer Security” menyatakan bahwa :</p>
<p style="text-align:justify;">Keamanan komputer adalah berhubungan dengan pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak dikenali dalam system komputer.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Garfinkel dan Spafford, ahli dalam <em>computer security</em>, komputer dikatakan aman jika bisa diandalkan dan perangkat lunaknya bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Keamanan komputer memiliki 5 tujuan, yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li><em>Availability</em></li>
<li><em>Confidentiality</em></li>
<li><em>Data Integrity</em></li>
<li><em>Control</em></li>
<li><em>Audit</em></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-148"></span>Keamanan komputer memberikan persyaratan terhadap komputer yang berbeda dari kebanyakan persyaratan sistem karena sering kali berbentuk pembatasan terhadap apa yang tidak boleh dilakukan komputer. Ini membuat keamanan komputer menjadi lebih menantang karena sudah cukup sulit untuk membuat program komputer melakukan segala apa yang sudah dirancang untuk dilakukan dengan benar. Persyaratan negatif juga sukar untuk dipenuhi dan membutuhkan pengujian mendalam untuk verifikasinya, yang tidak praktis bagi kebanyakan program komputer. Keamanan komputer memberikan strategi teknis untuk mengubah persyaratan negatif menjadi aturan positif yang dapat ditegakkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendekatan yang umum dilakukan untuk meningkatkan keamanan komputer antara lain adalah dengan membatasi akses fisik terhadap komputer, menerapkan mekanisme pada perangkat keras dan sistem operasi  untuk keamanan komputer, serta membuat strategi pemrograman untuk menghasilkan program komputer yang dapat diandalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan semakin berkembangnya eCommerce dan internet, maka masalah keamanan tidak lagi masalah keamanan data belaka. Berikut pernyataan Erkki Liikanen yang disampaikannya pada Information Security Solutions Europe (ISSE 99), berlin 14 october 1999, antara lain :</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Keamanan merupakan kunci pengaman user untuk lebih percaya diri dalam menggunakan komputer dan internet, ini hanya dapat dicapai jika bentuk keamanan terhubung dengan jaringan internet dan user memiliki jaminan keamanan yang sesuai.</li>
<li>Mengamankan pasar internal yang krusial untuk pengembangan selanjutnya pasar security Eropa, dan menciptakan industri kriptografi Eropa. Ini memerlukan evolusi metalitas peraturan dalam batas ketentuan nasional, mari berfikir dengan cara Eropa.</li>
<li>Pemeritah Eropa dan komisi lain berhadapan dengan kepercayaan penuh, kita lihat pasar dan dewan perwakilan telah membahasnya , kita harus melakukan pembicaraan lebih lanjut dan memusatkan pada hal perlindungan publik dari pada bahaya publik.</li>
<li>Akhirnya mempromosikan system sumber terbuka yang sesuai dengan teknologi adalah tahap penting untuk tahap ke depan guna membuka potensi pasar pengamanan industri kriptografi Eropa.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dalam keamanan sistem komputer yang perlu kita lakukan adalah untuk mempersulit orang lain untuk mengganggu sistem yang kita pakai, baik itu kita menggunakan komputer yang sifatnya stand alone, jaringan local maupun jaringan global. Kita harus memastikan system bisa berjalan dengan baik dan kondusif, selain itu program aplikasinya masih bisa dipakai tanpa ada masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hal yang menjadikan kejahatan komputer terus terjadi dan cenderung meningkat adalah sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Meningkatnya pengguna komputer dan internet</li>
<li>Banyaknya software yang pada awalnya digunakan untuk melakukan audit sebuah system dengan cara mencari kelemahan dan celah yang mungkin ada disalahgunakan untuk melakukan scanning system orang lain.</li>
<li>Banyaknya software-software untuk melakukan probe dan penyusupan yang tersedia di Internet dan bisa di download secara gratis.</li>
<li>Meningkatnya kemampuan pengguna komputer dan internet</li>
<li>Desentralisasi server sehingga lebih banyak system yang harus ditangani, sementara SDM terbatas.</li>
<li>Kurangnya huku yang mengatur kejahatan komputer.</li>
<li>Semakin banyaknya perusahaan yang menghubungkan jaringan LAN mereka ke Internet.</li>
<li>Meningkatnya aplikasi bisnis yang menggunakan internet.</li>
<li>Banyaknya software yang mempunyai kelemahan (bugs).</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa hal yang bisa menjawab pertanyaan mengapa kita perlu mengamankan sistem komputer, antara lain :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Menghindari resiko penyusupan, kita harus memastikan bahwa system tidak kemasukaan penyusup yang bisa membaca, menulis dan menjalankan program-program yang bisa mengganggu atau menghancurkan system kita.</li>
<li>Mengurangi resiko ancaman, hal ini biasa berlaku di institusi dan perusahaan swasta. Ada beberapa macam penyusup yang bisa menyerang system yang kita miliki, antara lain :Si Ingin Tahu, jenis penyusup ini pada dasarnya tertarik menemukan jenis system yang kita gunakan.
<ul>
<li>Si Perusak, jenis penyusup ini ingin merusak system yang kita gunakan atau mengubah tampilan layar yang kita buat.</li>
</ul>
<ul>
<li>Menyusup untuk popularitas, penyusup ini menggunakan system kita untuk mencapai popularitas dia sendiri, semakin tinggi system keamanan yang kita buat, semakin membuat dia penasaran. Jika dia berhasil masuk kesistem kita maka merupakan sarana bagi dia untuk mempromosikan diri.</li>
</ul>
<ul>
<li>Si Pesaing, penyusup ini lebih tertarik pada data yang ada dalam system yang kita miliki, karena dia menganggap kita memiliki sesuatu yang dapat mengguntungkan dia secara finansial atau malah merugikan dia (penyusup).</li>
</ul>
</li>
<li>Melindungi system dari kerentanan, keretanan akan menjadikan system kita berpotensi untuk memberikan akses yang tidak diizinkan bagi orang lain yang tidak berhak.</li>
<li>Melindungi system dari gangguan alam seperti petir dan lain-lainnya.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan semakin kompleks dan semakin majunya teknologi informasi, maka akan semakin bertambah pula resiko mengenai keamanan data dewasa ini. Bagi kita yang terbiasa menggunakan produk Microsoft, baik itu Microsoft Windows maupun Microsoft Office tentu akan sangat memahami hal ini. Setiap hari kita menghadapi resiko terkena virus, baik yang melalui email maupun dari teman yang menggunakan format Microsoft.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat dari point-point di atas, sebenarnya kenapa kita perlu menjaga keamanan komputer adalah untuk menjaga informasi, karena informasi sudah menjadi komoditi yang sangat penting. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kita sudah berada disebuah “Information based society”. Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi, baik yang berupa organisasi komersial (perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual.</p>
<p style="text-align:justify;">Sangat pentingnya nilai sebuah informasi menyebabkan seringkali informasi diinginkan hanya boleh diakses oleh orang-orang tertentu. Jatuhnya informasi ketangan pihak lain (misalnya pihak lawan bisnis) dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik informasi. Contoh informasi tentang produk yang sedang dikembangkan, maka algoritma dan teknik-teknik yang digunakan dalam pengembangan tersebut wajib dijaga kerahasiaannya. Untuk itu keamanan system informasi yang digunakan harus terjamin dalam batas yang dapat diterima.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun dengan berkembangnya TI, jaringan komputer seperti LAN dan Internet memungkinkan untuk menyediakan informasi yang cepat. Ini salah satu alas an perusahaan atau organisasi mulai berbondong-bondong membuat LAN untuk system informasinya dan menghubungkan LAN tersebut ke Internet. Terhubungnya LAN atau komputer ke Internet membuka potensi adanya lubang keamanan  (security hole) yang tadinya bisa ditutupi dengan mekanisme keamanan secara fisik. Akibatnya kemudahan mengakses informasi berbanding terbalik dengan tingkat keamanan system informasi itu sendiri. Semakin tinggi tingkat keamanan semakin sulit untuk mengakses informasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aspek-aspek keamanan komputer :</p>
<p style="text-align:justify;">inti dari keamanan komputer adalah melindungi dan jaringannya dengan tujuan mengamanan informasi yang berada didalamnya. Keamanan komputer sendiri meliputi beberapa aspek, antara lain :</p>
<ol start="1">
<li style="text-align:justify;">Privacy, adalah sesuatu yang bersifat rahasia(provate). Intinya adalah pencegahan agar informasi tersebut tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. Contohnya adalah email atau file-file lain yang tidak boleh dibaca orang lain meskipun oleh administrator. Pencegahan yang mungkin dilakukan adalah dengan menggunakan teknologi enksripsi, jadi hanya pemilik informasi yang dapat mengetahui informasi yang sesungguhnya.</li>
<li style="text-align:justify;">Confidentiality,  merupakan data yang diberikan ke pihak lain untuk tujuan khusus tetapi tetap dijaga penyebarannya. Contohnya data yang bersifat pribadi seperti : nama, alamat, no ktp, telpon dan sebagainya. Confidentiality akan terlihat apabila diminta untuk membuktikan kejahatan seseorang, apakah pemegang informasi akan memberikan infomasinya kepada orang yang memintanya atau menjaga klientnya.</li>
<li style="text-align:justify;">Integrity, penekanannya adalah sebuah informasi tidak boleh diubah kecuali oleh pemilik informasi. Terkadang data yang telah terenskripsipun tidak terjaga integritasnya karena ada kemungkinan chpertext dari enkripsi tersebut berubah. Contoh : Penyerangan Integritas ketika sebuah email dikirimkan ditengah jalan disadap dan diganti isinya, sehingga email yang sampai ketujuan sudah berubah.</li>
<li style="text-align:justify;">Autentication, ini akan dilakukan sewaktu user login dengan menggunakan nama user dan passwordnya, apakah cocok atau tidak, jika cocok diterima dan tidak akan ditolak. Ini biasanya berhubungan dengan hak akses seseorang, apakah dia pengakses yang sah atau tidak.</li>
<li style="text-align:justify;">Availability, aspek ini berkaitan dengan apakah sebuah data tersedia saat dibutuhkan/diperlukan. Apabila sebuah data atau informasi terlalu ketat pengamanannya akan menyulitkan dalam akses data tersebut. Disamping itu akses yang lambat juga menghambat terpenuhnya aspe availability. Serangan yang sering dilakukan pada aspek ini adalah denial of service (DoS), yaitu penggagalan service sewaktu adanya permintaan data sehingga komputer tidak bisa melayaninya. Contoh lain dari denial of service ini adalah mengirimkan request yang berlebihan sehingga menyebabkan komputer tidak bisa lagi menampung beban tersebut dan akhirnya komputer down.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">http://id.wikipedia.org/wiki/Keamanan_komputer</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deadie13.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deadie13.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deadie13.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deadie13.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deadie13.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deadie13.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deadie13.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deadie13.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deadie13.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deadie13.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deadie13.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deadie13.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deadie13.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deadie13.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=148&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deadie13.wordpress.com/2011/06/02/keamanan-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c832ee0a27f7265f3f39b212e5ea9309?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deadie13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Plagiarisme/Plagiat (Penjiplakan seolah buatan sendiri)</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com/2011/06/01/tentang_plagiarisme_plagiat/</link>
		<comments>http://deadie13.wordpress.com/2011/06/01/tentang_plagiarisme_plagiat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 22:54:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deadie13</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deadie13.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=129&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.</p>
<p style="text-align:justify;">Definisi plagiarisme yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">Plagiarisme adalah tindakan yang secara sengaja mengakui karya atau ide orang lain sebagai karya sendiri atau memberikan kesan bahwa karya atau ide orang lain tersebut adalah karya atau idenya.</p>
<p style="text-align:justify;">Plagiarism is taking the ideas or words of others and passing them off as your own. Plagiarism is a type of intellectual theft.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang digolongkan sebagai plagiarisme:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain</li>
<li>mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Hal-hal yang tidak tergolong plagiarisme:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>menggunakan informasi yang berupa fakta umum.</li>
<li>menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.</li>
<li>mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Penetapkan sesuatu adalah plagiarisme pun ada prosesnya:</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>ada klaim. klaim/pernyataan ini berisi bahwa seseorang membuat sebuah produk yang merupakan hasil karya sendiri bukan copy dari orang lain. bentuk klaim ya macem2, di UNSW, kita wajib membuat pernyataan ini setiap kali kita submit assignments, papers, atau exams. isi pernyataan intinya adalah bahwa yang ditulis dalam assignments/exams/papers adalah hasil kerja kita sendiri, bukan copy dari orang lain.</li>
<li>setiap klaim harus ada references/buktinya. jika dalam paper kita menulis, “indonesia’s internet penetration is the highest in asia” kita perlu nyebutkan siapa yang bilang begitu, dan harus tulis referencesnya apakah itu sumbernya dari research kita, atau dari tulisan/research orang lain?</li>
<li>Kemudian ada pengecekan atas klaim &amp; referencesnya. proses pengecekan ini biasanya dilakukan oleh supervisor, lecturer, penguji, atau publik. nah jika referencesnya salah, atau tidak mencantumkan references, maka paper hasil karya kita adalah plagiarism. dan di UNSW, plagiarism adalah kebuah kejahatan akademik. tidak ada alasan bagi kita untuk pura2 lupa dengan plagiarism. karena setiap student baru yang masuk, UNSW mewajibkan tiap student untuk agree terhadap policy plagiarism.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://deadie13.wordpress.com/2011/06/01/tentang_plagiarisme_plagiat/#gallery-1-slideshow">Click to view slideshow.</a><a href="http://deadie13.files.wordpress.com/2011/06/plagiarism_3.gif"><br />
</a><span id="more-129"></span>Faktor-faktor yang mendorong plagiarisme:</p>
<p style="text-align:justify;">1.Tekanan formal dan informal pada peneliti sistem informasi untuk melakukan publikasi. Secara informal, peneliti sistem informasi yang secara konsisten dapat melakukan publikasi jurnal yang memiliki proses review detail dengan tingkat penolakan tinggi akan lebih dihargai oleh yang lain dari pada peneliti yang tidak mempublikasikan jurnal seperti itu. Secara formal, tekanan peneliti sistem informasi sering dihubungkan dengan proses akademik pada universitas peneliti berada. Banyak proses akademik pada universitas yang memfokuskan pada pengajaran dan penelitian yang memerlukan publikasi hasil kerja dalam bentuk jurnal dengan kualitas tinggi. Tetapi jika mereka gagal untuk melakukannya akan berakibat pemberhentian kerja dan juga akan sulit menemukan pekerjaan baru.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Terbatasnya pengetahuan mengenai seberapa jauh peminjaman ide diperbolehkan, cara yang tepat dalam melakukannya dan konsekuensi plagiarisme bagi korban dan plagiator. Proses penelitian berkaitan dengan membangun pengetahuan awal dan menambahkan pandangan baru ke pengetahuan awal. Proses ini jarang dilakukan tanpa meminjam dan mengembangkan dari ide peneliti yang lain. Pemakaian ide walaupun diungkapkan dengan cara yang berbeda, harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan. Tetapi kemungkinan peraturan ini kurang dipahami oleh setiap orang dalam komunitas peneliti sistem informasi. Selain itu juga cukup banyak plagiator yang berpendapat plagiarisme tidak terlalu merugikan korban.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Sistem yang menyulitkan tindakan perlawanan terhadap plagiarisme. Jika masalah plagiarisme ini diselesaikan melalui jalur hukum, kemungkinan pengarang asli dapat memenangkan kasus tetapi pengarang asli harus membayar biaya untuk itu. Selain itu ada juga kemungkinan plagiator menuntut balik.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><em><strong>Sumber tidak disebutkan</strong></em></li>
</ol>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>The Ghost Writer</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">      Penulis mengambil karya orang lain dan menyebutnya sebagai karyanya.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>The Photocopy</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">      Penulis menyalin bagian-bagian penting dari suatu sumber tanpa diubah.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>The Potluck Paper</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">      Penulis mengelabui dengan mengambil dari berbagai sumber, memodifikasi kalimat-kalimantnya supaya “sambung” dan mempertahankan sebagian besar frase sumber aslinya.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>The Poor Disguise</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">            Bagian terbesar dan penting dari sumber asli dipertahankan. Yang berbeda adalah penampilan yaitu dengan mengubah kata-kata dan frase kunci.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>The Labor of Lazines </em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">            Penulis bukannya menulis sendiri, tetapi mengubah bentuk kalimat dan kata-kata dari sumber asli sedemikian sehingga menjadi tulisan baru.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>          2.  <em><strong>Sumber disebutkan</strong></em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>The Forgotten Footnote</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">            Nama penulis asli disebutkan tetapi tidak menyebutkan sumber lengkap dari mana sumber tersebut diambil.  Hal ini seringkali menunjukkan plagiarism dalam bentuk mengaburkan alamat sumber.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>The Misinformer </em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">            Penulis mencantumkan informasi yang salah agar tidak bisa ditelusuri</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>The Too-Perfect Paraphrase</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">            Penulis mencantumkan sumber dengan benar, tetapi melalaikan aturan mengutip, seperti tanda kutip, dll. Penulis mengaburkan mana yang dikutip dengan mana yang gagasannya sendiri.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>The Resourceful Citer</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">            Penulis menyitir semua sumber, menuliskannya kembali dengan kata-kata sendiri dan mengutip secara benar.  Tetapi semua yang dituliskan dalam karyanya tidak ada tulisan yang merupakan idenya sendiri. Bentuk plagiarisme seperti ini seolah sebuah dokumen penelitian yang mendalam dan baru.</p>
<p style="text-align:justify;">sumber : <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme" target="_blank">http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deadie13.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deadie13.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deadie13.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deadie13.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deadie13.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deadie13.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deadie13.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deadie13.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deadie13.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deadie13.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deadie13.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deadie13.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deadie13.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deadie13.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=129&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deadie13.wordpress.com/2011/06/01/tentang_plagiarisme_plagiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c832ee0a27f7265f3f39b212e5ea9309?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deadie13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika Profesi</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com/2011/03/21/soffskill1etika-profesi/</link>
		<comments>http://deadie13.wordpress.com/2011/03/21/soffskill1etika-profesi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 16:07:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deadie13</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deadie13.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[A. KOMPETENSI IT (Information Technology) Pada dasarnya penentuan tingkat kompetensi dibutuhkan agar dapat mengetahui tingkat kinerja yang diharapkan untuk kategori baik atau rata-rata. Misalnya dalam kepentingan manajemen SDM dapat dijadikan dasar bagi proses seleksi, suksesi perencanaan, evaluasi kinerja dan pengembangan sumber daya manusia. Adapun yang dimaksud dengan standar kompetensi menurut Suprapto adalah spesifikasi atau sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=125&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>A. </strong><strong>KOMPETENSI IT (</strong><em><strong>Information Technology</strong></em><strong>)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada dasarnya penentuan tingkat kompetensi dibutuhkan agar dapat mengetahui tingkat kinerja yang diharapkan untuk kategori baik atau rata-rata. Misalnya dalam kepentingan manajemen SDM dapat dijadikan dasar bagi proses seleksi, suksesi perencanaan, evaluasi kinerja dan pengembangan sumber daya manusia.<br />
Adapun yang dimaksud dengan standar kompetensi menurut Suprapto adalah spesifikasi atau sesuatu yang dibakukan, memuat persyaratan minimal yang harus dimiliki oleh seseorang yang akan melakukan pekerjaan tertentu agar yang bersangkutan mempunyai kemampuan melaksanakan pekerjaan dengan hasil baik. Pendapat lain dikemukakan oleh Muins bahwa ”Standar kompetensi merupakan ukuran untuk memahami dan berkomunikasi dengan berbagai kultur dan erat kaitannya dengan profesionalisme”. Standar kompetensi digunakan sebagai pembanding untuk mengukur kompetensi yang dimiliki seseorang.<br />
Menurut Prayitno (BKN, 2003:11), standar kompetensi mencakup tiga hal, yaitu KSA :<br />
• Pengetahuan ( Knowledge ), yaitu fakta dan angka dibalik aspek teknis,<br />
• Keterampilan ( Skills ), yaitu kemampuan untuk menunjukan tugas pada tingkat criteria yang dapat diterima secara terus menerus dengan kegiatan yang paling sedikit,<br />
• Sikap ( Attitude ), yaitu yang ditunjukan kepada pelanggan dan orang lain bahwa yang bersangkutan mampu berada dalam lingkungan kerjanya.<br />
Sedangkan menurut Maarif (2003:16), penetapan standar kompetensi dapat diprioritaskan pada pengetahuan, keterampilan dan sikap, baik yang bersifat hard competencies maupun soft competencies. Soft/generic competencies meliputi enam kelompok kompetensi, yaitu:<br />
• Kemampuan merencanakan dan mengimplementasikan (motivasi untuk berprestasi, perhatian terhadap kejelasan tugas, ketelitian dan kualitas kerja, proaktif dan kemampuan mencari dan menggunakan informasi).<br />
• Kemampuan melayani (empati, berorientasi pada pelanggan).<br />
• Kemampuan memimpin (kemampuan mengembangkan orang lain, kemampuan mengarahkan kerjasama kelompok, kemampuan memimpin kelompok).<br />
• Kemampuan berpikir (berpikir analisis, berpikir konseptual, keahlian teknis/profesional/manajerial).<br />
• Kemampuan bersikap dewasa (kemampuan mengendalikan diri, flesibilitas, komitmen terhadap organisasi).</p>
<p style="text-align:justify;">Disini akan menjelaskan beberapa kompetensi, diantaranya network administrator, network designer, network programmer, database administrator, database designer, dan profesi lain tentang hardware komputer</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Network Administrator</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kompetensi yang harus dimiliki:</p>
<p style="text-align:justify;">Menghubungkan perangkat keras;</p>
<p style="text-align:justify;">Administer dan melakukan konfigurasi system operasi yang mendukung network;</p>
<p style="text-align:justify;">Administer perangkat network;</p>
<p style="text-align:justify;">Memahami Routing;</p>
<p style="text-align:justify;">Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya;</p>
<p style="text-align:justify;">Mengelola network security;</p>
<p style="text-align:justify;">Monitor dan administer network security.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span id="more-125"></span>2. Network Designer</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kompetensi yang harus dimiliki:</p>
<p style="text-align:justify;">Mendesain jaringan sesuai dengan kebutuhan perusahaan;</p>
<p style="text-align:justify;">Mengawasi dan mengembangkan jaringan skala besar;</p>
<p style="text-align:justify;">Menganalisa jaringan apabila terjadi kerusakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Network Programmer</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kompetensi yang harus dimiliki:</p>
<p style="text-align:justify;">Memahami bahasa pemrograman yang digunakan dalam jaringan;</p>
<p style="text-align:justify;">Mencari sumber kesalahan dalam program maupun jaringan dan memperbaikinya;</p>
<p style="text-align:justify;">Memahami dan melakukan instalasi Operasi Sistem seperti: Microsoft windows dan linux.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Database Administrator</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kompetensi yang harus dimiliki:</p>
<p style="text-align:justify;">Monitor dan administer pada sebuah database.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Database Designer</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kompetensi yang harus dimiliki:</p>
<p style="text-align:justify;">Memahami bahasa pemrograman yang digunakan dalam database seperti mysql;</p>
<p style="text-align:justify;">Mendesign Database;</p>
<p style="text-align:justify;">Membangun Database;</p>
<p style="text-align:justify;">Mendeterminasi apakah fungsi dan scability database sesuai kebutuhan bisnis;</p>
<p style="text-align:justify;">Memodelkan objek data;</p>
<p style="text-align:justify;">Memodelkan pemrosesan data;</p>
<p style="text-align:justify;">Membuat data warehouse;</p>
<p style="text-align:justify;">Mengintegrasikan database dengan website;</p>
<p style="text-align:justify;">Mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis;</p>
<p style="text-align:justify;">Mengidentifikasi model tekhnologi baru untuk e-bisnis;</p>
<p style="text-align:justify;">Menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi kebutuhan tekhnis;</p>
<p style="text-align:justify;">Menggunakan sql untuk membuat struktur database dan manipulasi/mengelola data;</p>
<p style="text-align:justify;">Membuat utility program;</p>
<p style="text-align:justify;">Mendeterminasi ekspetasi klien;</p>
<p style="text-align:justify;">Mengidentifikasi kebutuhan fisik database;</p>
<p style="text-align:justify;">Memonitor implementasi fisik database.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Profesi lain terkait hardware komputer:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan yang harus dimiliki yaitu Menghubungkan perangkat keras; Melakukan instalasi Microsoft Windows; Melakukan instalasi Linux; Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><!--more--><!--more-->B. </strong><strong>Perbedaan Teknik Informatika, Sistem Informasi, </strong><strong>Sistem Komputer, </strong><strong>Software-Engineering</strong><strong>, </strong><strong>Teknologi informasi, dan </strong><strong>Teknik Komputer/Teknologi Komputer</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Teknik Informatika</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program yang berjudul Ilmu Komputer dan Teknik Informatika pada dasarnya adalah program yang sama. Cakupannya cukup luas, mulai dari fondasi teoritis mengenai perancangan algoritma, yaitu konsep dasar yang melandasi pengembangan perangkat lunak, sampai kepada penerapan mutakhir berupa aplikasi robotika, kecerdasan buatan, bio-informatika, dan topik-topik menarik lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Informatika adalah suatu disiplin ilmu yang menangani proses analisis, perancangan dan implementasi software serta pemilihan hardware yang sesuai bagi suatu aplikasi menggunakan prinsip logika dan teknik algoritma, yang secara efisien mentransformasikan problem dunia nyata ke dalam bentuk solusi</em><em>.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Fokus kurikulum Ilmu Komputer dan Teknik Informatika seringkali lebih ilmiah dan teoritis, dan cukup banyak mengandung unsur matematika dan logika.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang lulusan Ilmu Komputer/Teknik Informatika memiliki kemampuan untuk merancang dan mengembangkan perangkat lunak yang canggih untuk menyelesaikan permasalahan yang rumit. Mereka jugalah yang senantiasa menemukan inovasi baru di bidang ilmu komputer. Sebagai contoh, saat ini kita sudah mengenal baik fasilitas Internet dan World Wide Web, yang tidak akan terwujud tanpa kemajuan di sub-bidang ilmu komputer seperti jaringan komputer (computer networking), basis data (database), serta interaksi manusia komputer. Saat ini, ilmuwan komputer menggunakan teknologi komputer untuk pengembangan robot yang cerdas, pemodelan DNA manusia, serta pembuatan program yang dapat memahami berbagai data dalam bentuk teks, gambar, suara, maupun video.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sistem Informasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program Sistem Informasi lebih berfokus pada pengintegrasian solusi berbasis teknologi informasi dengan proses bisnis untuk memenuhi kebutuhan informasi bisnis dan usaha-usaha lain, yang memungkinkan tercapainya tujuan sebuah organisasi dengan efektif dan efisien. Perspektif bidang ilmu ini lebih memandang teknologi sebagai instrumen untuk mencatat, menghasilkan, mengolah, serta mendistribusikan informasi. Ahli-ahli di bidang ini memiliki kemampuan untuk memetakan kebutuhan informasi sebuah organisasi, dan menentukan cara terbaik teknologi informasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sistem Informasi menjembatani manajemen dan pengguna di sisi bisnis dengan para ahli teknologi informasi dengan cara menerjemahkan kebutuhan bisnis/pengguna secara akurat ke dalam rancangan dan spesifikasi teknis sesuai dengan standar yang berlaku di industri teknologi informasi.” </em><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Selain penguasaan aspek teknologi informasi, seorang pakar sistem informasi juga harus memahami prinsip-prinsip manajemen dan bisnis. Sebagai konsekuensinya, kurikulum di bidang sistem informasi juga mencakup materi mengenai kerangka bisnis dan manajemen, di samping penguasaan teknologi perangkat lunak dan perangkat keras komputer.</p>
<p style="text-align:justify;">Lulusan dari program ini memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan industri saat ini, di mana pemanfaatan teknologi informasi sering menjadi kunci keunggulan sebuah organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sistem Komputer </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang sarjana Sistem Komputer adalah seseorang yang mampu merancang, menganalisis, mengimplementasikan, meningkatkan kinerja serta mengelola sistem komputer atau aplikasi berbasis mikroprosesor dan komputer dengan menggunakan teknologi yang ada untuk keperluan komersial dengan memanfaatkan pengetahuan basic science, keterampilan rekayasa, penguasaan teknologi terkini dan analisis tekno ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem Komputer itu <em>merupakan</em> satu gabungan perisian dan perkakasan komputer yang memproses data secara bermakna</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Software-Engineering</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Software-Engineering adalah Ilmu yang mempelajari tehnik pembuatan software yang baik dengan pendekatan tehnik (Engineering ap­proach) dan Software-Engineering melakukan desain terhadap aplikasi yang dibuat oleh seorang programer, programer akan menerima instruksi dari seorang software engineering dalam melakukan pembuatan aplikasi semisal baiknya ini itunya dari aplikasi digimanain biar tampak lebih mudah digunakan oleh si user, Diharapkan lulusan Software-Engineering dapat mengelola aktifitas pengembangan software berskala besar dalam tiap tahapannya (software development life cycle).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Teknologi informasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Teknologi informasi (Information Technology) biasa disingkat TI, IT atau infotech. Dalam Oxford English Dictionary (OED2) edisi ke-2 mendefenisikan teknologi informasi adalah hardware dan software, dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalam konteks bisnis atau usaha.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Teknik Komputer/Teknologi Komputer</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program ini berfokus pada perancangan dan pembangunan komputer dan sistem berbasis komputer. Topik yang dipelajari adalah perangkat keras, perangkat lunak, sistem komunikasi, serta interaksi antara semua elemen tersebut. Sistem pendidikannya biasanya lebih banyak menganut pendekatan rekayasa/terapan (<em>engineering</em>) daripada ilmiah (<em>science</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Mahasiswa pada program Teknik/Teknologi Komputer lebih banyak mempelajari perancangan sistem perangkat keras dijital, termasuk komputer dan sistem telekomunikasi. Perangkat lunak tetap dipelajari,namun fokusnya terletak pada interaksinya dengan perangkat keras.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah sub-bidang yang cukup banyak diminati di Teknik/Teknologi Komputer adalah sistem tertanam (<em>Embedded Systems</em>), yaitu pengembangan perangkat selain komputer yang sebetulnya memiliki sistem perangkat keras maupun lunak ‘tertanam’ di dalamnya, misalnya telepon seluler, sensor dan peralatan medis, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>C. </strong><strong>IT FORENSIK DAN IT AUDIT</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan IT bermula apabila Generasi Komputer Digital wujud. Generasi pertama wujud pada tahun 1951-1958. Pada ketika itu tiub vakum telah digunakan sebagai elemen logik utama. Input terhadap komputer menggunakan kad tebuk dan data disimpan dengan menggunakan storan luaran. Storan dalamannya pula menggunakan drum magnetik. Aturcara ditulis dalam bahasa mesin dan bahasa himpunan.<br />
Generasi Kedua (1959-1963) menggantikan tiub vakum dengan transistor sebagai elemen logik utama. Pita magnetik dan cakera pula telah menggantikan kat tebuk dan bertindak sebagai peralatan storan luaran. Bahasa pengaturcaraan aras tinggi digunakan untuk membuat aturcara seperti FORTRAN dan COBOL.<br />
Transistor pula telah digantikan dengan litar bersepadu pada era Generasi Ketiga (1964-1979). Pita magnetik dan cakera menggantikan kad tebuk sepenuhnya dan ingatan metal oksida semikonduktur (MOS) diperkenalkan. Bahasa lebih tinggi telah dibangunkan seperti BASIC.<br />
Komputer Generasi Keempat seperti hari ini menggunakan litar bersepadu berskala (LSI dan VLSI). Mikroprosessor mengandungi litar ingatan, logik dan kawalan direka dalam satu cip sahaja. Komputer pribadi mula diperkenalkan oleh Apple (1984) dan IBM (1981) untuk kegunaan di rumah. Sistem pengoperasian MS-DOS digunakan secara meluas. Bahasa pengaturcaraan generasi keempat yang dibangunkan adalah seperti Visual C++ dan Visual Basic dengan ciri-ciri pengguna antaramuka bergrafik .</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;"> IT Forensik</span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Barang bukti yang berasal dari komputer telah muncul dalam persidangan hampir 30 tahun. Awalnya, hakim menerima bukti tersebut tanpa melakukan pembedaan dengan bentuk bukti lainnya. Sesuai dengan kemajuan teknologi komputer, perlakuan serupa dengan bukti tradisional menjadi ambigu. <em>US Federal Rules of Evidence</em> 1976 menyatakan permasalahan tersebut sebagai masalah yang rumit. Hukum lainnya yang berkaitan dengan kejahatan komputer:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>The Electronic Communications Privacy Act 1986, berkaitan dengan penyadapan peralatan elektronik.</li>
<li>The Computer Security Act 1987 (Public Law 100-235), berkaitan dengan keamanan sistem komputer pemerintahan.</li>
<li>Economic Espionage Act 1996, berhubungan dengan pencurian rahasia dagang.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya, jika ingin menyelesaikan suatu “misteri komputer” secara efektif, diperlukan pengujian sistem sebagai seorang detektif, bukan sebagai user. Sifat alami dari teknologi Internet memungkinkan pelaku kejahatan untuk menyembunyikan jejaknya. Kejahatan komputer tidak memiliki batas geografis. Kejahatan bisa dilakukan dari jarak dekat, atau berjarak ribuan kilometer jauhnya dengan hasil yang serupa. Bagaimanapun pada saat yang sama, teknologi memungkinkan menyingkap siapa dan bagaimana itu dilakukan. Dalam komputer forensik, sesuatu tidak selalu seperti kelihatannya. Penjahat biasanya selangkah lebih maju dari penegak hukum, dalam melindungi diri dan menghancurkan barang bukti. Merupakan tugas ahli komputer forensik untuk menegakkan hukum dengan mengamankan barang bukti, rekonstruksi kejahatan, dan menjamin jika bukti yang dikumpulkan itu berguna di persidangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Elemen kunci IT Forensik</p>
<p style="text-align:justify;">Empat <strong>Elemen Kunci Forensik</strong> yang harus diperhatikan berkenaan dengan bukti digital dalam Teknologi Informasi, adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>- Identifikasi dalam bukti digital <em>(Identification/Collecting Digital Evidence)</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Merupakan tahapan paling awal dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan, dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah penyelidikan. <em>Network Administrator</em>merupakan sosok pertama yang umumnya mengetahui keberadaan <em>cybercrime</em>, atau Tim Respon <em>cybercrimecybercrime</em>diusut oleh <em>cyberpolice</em>. Ketika <em>cyberpolice</em> telah dilibatkan dalam sebuah kasus, maka juga akan melibatkan elemen-elemen vital yang lainnya, antara lain: (jika perusahaan memilikinya) sebelum sebuah kasus</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Petugas Keamanan (Officer/<em>as a First Responder</em>), Memiliki tugas-tugas yakni : ((i) Mengidentifikasi Peristiwa, (ii)Mengamankan Bukti dan (iii) Pemeliharaan bukti yang temporer dan Rawan Kerusakan.</li>
<li>Penelaah Bukti (Investigator), Memiliki Tugas-tugas yakni : (i) Menetapkan instruksi-instruksi sebagai sosok paling berwenang, (ii) Melakukan pengusutan peristiwa kejahatan,(iii) Pemeliharaan integritas bukti.</li>
<li>Teknisi Khusus, Memiliki tugas-tugas (dihindari terjadi<em>overlaping job</em> dengan Investigator), yakni (i) Pemeliharaan bukti yang rentan kerusakan dan menyalin <em>storageshuting down</em>) sistem yang sedang berjalan,(iii) Membungkus / memproteksi bukti-bukti,(iv)Mengangkut bukti,(v) Memproses bukti bukti,(ii) Mematikan(</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Elemen-elemen vital diatas inilah yang kemudian nantinya memiliki <em>otoritas</em> penuh dalam penuntasan kasus kriminal yang terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>- Penyimpanan bukti digital <em>(Preserving Digital Evidence)</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bentuk, isi, makna bukti digital hendaknya disimpan dalam tempat yang <em>steril</em>. Untuk benar-benar memastikan tidak ada perubahan-perubahan, hal ini vital untuk diperhatikan. Karena sedikit perubahan saja dalam bukti digital, akan merubah juga hasil penyelidikan. Bukti digital secara alami bersifat sementara (<em>volatile</em>), sehingga keberadaannya jika tidak teliti akan sangat mudah sekali rusak, hilang, berubah, mengalami kecelakaan. Step pertama untuk menghindarkan dari kondisi-kondisi demikian adalah salahsatunya dengan mengcopy data secara <em>Bitstream Image </em>pada tempat yang sudah pasti aman.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bitstream image</em> adalah methode penyimpanan digital dengan mengkopi setiap bit demi bit dari data orisinil, termasuk File yang tersembunyi (<em>hidden files</em>), File temporer (temp file), File yang terfragmentasi (<em>fragmen file</em>), file yang belum ter-<em>ovverwrite</em>. Dengan kata lain, setiap biner digit demi digit terkopi secara utuh dalam media baru. Tekhnik pengkopian ini menggunakan teknik <strong><em>Komputasi CRC</em></strong>. Teknik ini umumnya diistilahkan dengan <em>Cloning DiskGhosting</em>. atau</p>
<p style="text-align:justify;">Software-software yang dapat digunakan dalam aktivitas ini antara lain adalah:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Safe Back. Dipasarkan sejak tahun 1990 untuk penegakan Hukum dan Kepolisian. Digunakan oleh FBI dan Divisi Investigasi Kriminal IRS. Berguna untuk pemakaian partisi tunggal secara virtual dalam segala ukuran. File Image dapat ditransformasikan dalam format SCSI atau media storage magnetik lainnya.</li>
<li>EnCase. Seperti SafeBack yang merupakan program berbasis karakter, EnCase adalah program dengan fitur yang relatif mirip, dengan Interface GUI yang mudah dipakai oleh tekhnisi secara umum. Dapat dipakai dengan Multiple Platform seperti Windows NT atau Palm OS. Memiliki fasilitas dengan <em>Preview</em> Bukti, Pengkopian target,<em>SearchingAnalyzing.</em> dan</li>
<li>Pro Discover[5]. Aplikasi berbasis Windows yang didesain oleh tim <em>Technology Pathways forensics. </em>Memiliki kemampuan untuk me-<em>recover</em> file yang telah terhapus dari <em>space storage</em> yang longgar, mengalanalisis Windows 2000/NT <em>data stream</em> untuk data yang ter<em>hidden,</em>menganalisis data image yang diformat oleh kemampuan<em>dd UNIX</em> dan menghasilkan laporan kerja.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>- Analisa bukti digital <em>(Analizing Digital Evidence)</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Barang bukti setelah disimpan, perlu diproses ulang sebelum diserahkan pada pihak yang membutuhkan. Pada proses inilah skema yang diperlukan akan fleksibel sesuai dengan kasus-kasus yang dihadapi. Barang bukti yang telah didapatkan perlu di<em>explore </em>kembali beberapa poin yang berhubungan dengan tindak pengusutan, antara lain: <em>(a)</em> Siapa yang telah melakukan. <em>(b)</em> Apa yang telah dilakukan (Ex. Penggunaan software apa),<em>(c)</em> Hasil proses apa yang dihasilkan. <em>(d)</em> Waktu melakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap bukti yang ditemukan, hendaknya kemudian dilist bukti-bukti potensial apa sajakah yang dapat didokumentasikan. Contoh kasus seperti kejahatan foto pornografi-anak ditemukan barang bukti gambar a.jpg, pada bukti ini akan dapat ditemukan data Nama file, tempat ditemukan, waktu pembuatan dan data properti yang lain. Selain itu perlu dicatat juga seperti <em>space</em>dari <em>storage, </em>format<em> </em>partisi dan yang berhubungan dengan alokasi lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiap-tiap data yang ditemukan sebenarnya merupakan informasi yang belum diolah, sehingga keberadaannya memiliki sifat yang vital dalam kesempatan tertentu. Data yang dimaksud antara lain :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Alamat URL yang telah dikunjungi (dapat ditemukan pada Web cache, History, temporary internet files)</li>
<li>Pesan e-mail atau kumpulan alamat e-mail yang terdaftar (dapat ditemukan pada e-mail server)</li>
<li>Program Word processing atau format ekstensi yang dipakai (format yang sering dipakai adalah .doc, .rtf, .wpd, .wps, .txt)</li>
<li>Dokumen spreedsheat yang dipakai (yang sering dipakai adalah .xls, .wgl, .xkl)</li>
<li>Format gambar yang dipakai apabila ditemukan (.jpg, .gif, .bmp, .tif dan yang lainnya)</li>
<li>Registry Windows (apabila aplikasi)</li>
<li>Log Event viewers</li>
<li>Log Applications</li>
<li>File print spool</li>
<li>Dan file-file terkait lainnya.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Analisis kemungkinan juga dapat diperoleh dari motif/latar belakang yang ada sebelum didapatkan kesimpulan. Bahwa setiap <strong>sebab</strong>, tentu saja akan memiliki potensi besar untuk menghasilkan <strong>akibat</strong> yang relatif seragam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>- Presentasi bukti digital <em>(Presentation of Digital Evidence)</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan akan didapatkan ketika semua tahapan tadi telah dilalui, terlepas dari ukuran <em>obyektifitas</em> yang didapatkan, atau standar kebenaran yang diperoleh, minimal bahan-bahan inilah nanti yang akan dijadikan “modal” untuk ke pengadilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Proses digital dimana bukti digital akan dipersidangkan, diuji otentifikasi dan dikorelasikan dengan kasus yang ada. Pada tahapan ini menjadi penting, karena disinilah proses-proses yang telah dilakukan sebelumnya akan diurai kebenarannya serta dibuktikan kepada hakim untuk mengungkap data dan informasi kejadian.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahapan <em>final</em> ini ada beberapa hal yang mutlak diperhatikan, karena memang pada level ini ukuran kebenaran akan ditetapkan oleh pengadilan sebagai pemilik otoritas. Hal-hal yang dimaksud adalah :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Cara Presentasi</li>
<li>Keahlian Presentasi</li>
<li>Kualifikasi Presenter</li>
<li>Kredibilitas setiap tahapan pengusutan</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tujuan IT Forensik</strong><br />
Adalah untuk mengamankan dan menganalisa bukti digital. Dari data yang diperoleh melalui survey oleh FBI dan The Computer Security Institute, pada tahun 1999 mengatakan bahwa 51% responden mengakui bahwa mereka telah menderita kerugian terutama dalam bidang finansial akibat kejahatan komputer. Kejahatan Komputer dibagi menjadi dua, yaitu:<strong> </strong><br />
<strong>1. Komputer fraud</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kejahatan atau pelanggaran dari segi sistem organisasi komputer.<strong> </strong><br />
<strong>2. Komputer crime</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Merupakan kegiatan berbahaya dimana menggunakan media komputer dalam melakukan pelanggaran hukum.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Contoh kasus IT Forensik</strong><br />
Diawali dengan meningkatnya kejahatan di dunia computer khususnya di Internet, saat ini terdapat banyak sekali tingkat kriminalitas di Internet, seperti ; pencurian data pada sebuah site, pencurian informasi dari computer, Dos, Deface sites, carding, software bajakan, CC Cloning,</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tau ada banyak sekali kasus di dunia computer, dan pada umumnya kita sebagai orang awam kesusahan untuk membuktikan telah terjadinya penyalahgunaan sistem kita oleh orang lain. Lain halnya dengan pihak kepolisian yang saat ini telah berbenah diri untuk dapat mengungkap kasus demi kasus di dunia cyber dan computer ini.<br />
Komputer forensik, suatu disiplin ilmu baru di dalam keamanan komputer, yang membahas atas temuan bukti digital setelah suatu peristiwa keamanan komputer terjadi., Komputer forensik akan lakukan analisa penyelidikan secara sistematis dan harus menemukan bukti pada suatu sistem digital yang nantinya dapat dipergunakan dan diterima di depan pengadilan, otentik, akurat, komplit, menyakinkan dihadapan juri, dan diterima didepan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini dilakukan oleh pihak berwajib untuk membuktikan pidana dari tindak suatu kejahatan. Maka saat ini menjadi seorang detective tidak hanya didunia nyata tapi juga didunia cyber. Coba kita bayangkan seorang hacker telah berhasil masuk ke system kita atau merubah data kita, baik itu menyalin, menghapus, menambah data baru, dll, Susah untuk kita buktikan karena keterbatasan alat dan tools. Dengan metode computer forensic kita dapat melakukan analisa seperti layaknya kejadian olah TKP.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun contoh nyata yang berhubungan dengan IT Forensik antara lain :</p>
<p style="text-align:justify;">- Contoh bagaimana melakukan aksi kejahatan di ATM (pembobolan ATM).<br />
- Kasus kejahatan foto pornografi</p>
<p style="text-align:justify;">- Penyelidikan dalam kasus nurdin M top (penyelidikan laptop nurdin M Top)</p>
<p style="text-align:justify;">- Pembobolan E-banking paypal,CCards</p>
<p style="text-align:justify;">Guna mengungkap kejahatan tersebut di butuhkan digital forensik sebagai metode mengungkap kejahatan tersebut dan beberapa alasan mengapa menggunakan digital forensik, antara lain:<br />
-Dalam kasus hukum, teknik digital forensik sering digunakan untuk meneliti sistem komputer milik terdakwa (dalam perkara pidana) atau tergugat (dalam perkara perdata).<br />
-Memulihkan data dalam hal suatu hardware atau software mengalami kegagalan/kerusakan (failure).<br />
-Meneliti suatu sistem komputer setelah suatu pembongkaran/ pembobolan, sebagai contoh untuk menentukan bagaimana penyerang memperoleh akses dan serangan apa yang dilakukan.<br />
-Mengumpulkan bukti menindak seorang karyawan yang ingin diberhentikan oleh suatu organisasi.<br />
-Memperoleh informasi tentang bagaimana sistem komputer bekerja untuk tujuan debugging, optimisasi kinerja, atau membalikkan rancang-bangun.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>TOOLS-TOOLS YANG DIGUNAKAN DALAM IT FORENSIK</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara garis besar tools untuk kepentingan komputer forensik dapat dibedakan secara hardware dan software.</p>
<p style="text-align:justify;">Hardware:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Harddisk IDE &amp; SCSI kapasitas sangat besar, CD-R, DVR Drives.</li>
<li>Memory yang besar (1-2GB RAM).</li>
<li>Hub, Switch, keperluan LAN.</li>
<li>Legacy Hardware (8088s, Amiga).</li>
<li>Laptop forensic workstation.</li>
<li>Write blocker</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Software:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Viewers (QVP, <a href="http://www.avantstar.com/">http://www.avantstar.com/</a>)</li>
<li>Erase/unerase tools (Diskscrub/Norton Utilities)</li>
<li>Hash utility (MD5, SHA1)</li>
<li>Forensic toolkit</li>
<li>Forensic acquisition tools</li>
<li>Write-blocking tools</li>
<li>Spy Anytime PC Spy</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">IT Audit</span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Pengertian Audit IT</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah <em>EDP Auditing</em> (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer.</p>
<p style="text-align:justify;">Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Sejarah singkat Audit IT</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pemanfaatan teknologi komputer ke dalam sistem keuangan telah mengubah cara kerja sistem keuangan, yaitu dalam penyimpanan data, pengambilan kembali data, dan pengendalian. Sistem keuangan pertama yang menggunakan teknologi komputer muncul pertama kali tahun 1954. Pada pertengahan 1960-an terjadi perubahan pada mesin komputer, dari mainframe menjadi komputer yang lebih kecil dan murah. Pada tahun 1968, American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) ikut mendukung pengembangan EDP auditing. Sekitar periode ini pula para auditor bersama-sama mendirikan Electronic Data Processing Auditors Association (EDPAA). Tujuan lembaga ini adalah untuk membuat suatu tuntunan, prosedur, dan standar bagi audit EDP. Pada tahun 1977, edisi pertama Control Objectives diluncurkan. Publikasi ini kemudian dikenal sebagai Control Objectives for Information and Related Technology (CobiT). Tahun 1994, EDPAA mengubah namanya menjadi Information System Audit (ISACA). Selama periode akhir 1960-an sampai saat ini teknologi TI telah berubah dengan cepat dari mikrokomputer dan jaringan ke internet. Pada akhirnya perubahan-perubahan tersebut ikut pula menentukan perubahan pada audit IT.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Jenis Audit IT</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>a. Sistem dan aplikasi</em></p>
<p style="text-align:justify;">Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>b. Fasilitas pemrosesan informasi</em></p>
<p style="text-align:justify;">Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>c. Pengembangan sistem</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>d. Arsitektur perusahaan dan manajemen TI</em></p>
<p style="text-align:justify;">Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>e. Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet</em></p>
<p style="text-align:justify;">Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Metodologi Audit IT</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit IT tidak berbeda dengan audit pada umumnya, sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>a. Tahapan Perencanaan</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>b. Mengidentifikasikan reiko dan kendali</em></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>c. Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti</em></p>
<p style="text-align:justify;">Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>d. Mendokumentasikan</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan auditee.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>e. Menyusun laporan</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mencakup tujuan pemeriksaan, sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Manfaat Audit IT</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>A. Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)</em></p>
<p style="text-align:justify;">1. Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.</p>
<p style="text-align:justify;">2.  Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">3.  Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>B. Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review)</em></p>
<p style="text-align:justify;">1.  Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">3.  Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai  dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">5.  Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan.</p>
<p style="text-align:justify;">6.  Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi  dan saran tindak lanjutnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>D. </strong><strong>Sekilas Tentang PhysX dan CUDA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">NVIDIA® PhysX™ dan CUDA™ adalah sebuah MahaKarya (jika bisa saya bilang begitu) dari para developers Nvidia, yang keduanya merupakan alat optimasi untuk meningkatkan kinerja hardware dari Nvidia, khususnya pada optimasi kinerja GPU (Graphic Processing Unit).<br />
Graphic Processing Unit sendiri merupakan sebuah alat/hardware, yang berfungsi sebagai render grafis terdedikasi dalam kesatuan sistem hardware PC atau Notebook. GPU bisa berada pada Video Card khusus (VGA Card) atau terintegrasi dalam Motherboard berupa Integrated GPU.<br />
GPU berfungsi untuk mengolah dan memanipulasi grafis pada CPU (Central Processing Unit), untuk nantinya ditampilkan dalam bentuk Visual Grafis pada Monitor (output).<br />
Dalam kaitan dengan PhysX dan CUDA pada GPU keluaran Nvidia. Para Developers Nvidia secara simultan menyusun alat-alat khusus, baik berupa software, dan alogaritma dalam perhitungan tertentu, untuk meningkatkan Performa Grafis dari GPU Nvidia yang ada.<br />
Pada dasarnya, PhysX dan CUDA adalah alat/tools yang berbeda, namun dapat bekerjasama dengan baik sebagai optimator grafis GPU Nvidia. PhysX lebih meng-khususkan diri pada optimasi sektor grafis, sedangkan CUDA kepada lebih banyak sektor (termasuk juga sektor grafis, yang bisa dikombinasikan dengan optimasi grafis PhysX).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">A. PhysX</span></em></strong><br />
PhysX adalah proprietary (closed source) realtime &gt;physics engine&lt; middleware SDK, yang dikembangkan oleh NVIDIA (aslinya oleh AGEIA), untuk mengakselerasi performa PhysX-enabled Video Games.</p>
<p style="text-align:justify;">PhysX sendiri diklaim merupakan “Physics Engine” yang powerfull, sehingga telah di”adopsi” oleh lebih dari 150 Games, digunakan oleh lebih dari 10.000 pengguna (yang terdaftar), dan telah disupport oleh Sony Playstation 3, Xbox 360, Nintendo Wii, serta PC.</p>
<p style="text-align:justify;">Video Games yang telah mendukung/support akselerasi hardware oleh PhysX dapat diakselerasi performa grafisnya, baik oleh PhysX, maupun CUDA-enabled GeForce GPU secara bersamaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, perhitungan “physics” dari CPU menjadi lebih cepat, yang kemudian mengijinkan seluruh sistem mampu menyediakan “framerate” yang lebih cepat, sehingga menghasilkan pengalaman gaming yang lebih halus.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai tambahan, PhysX telah didesain secara spesifik untuk akselerasi hardware dari Processor yang powerful dengan ratusan core (inti). Dikombinasikan dengan kemampuan proses yang luar biasa dari GPU. PhysX akan menyediakan peningkatan eksponensial (perkalian berulang) pada kekuatan proses “physics”.</p>
<p style="text-align:justify;">Peningkatan ini akan membawa kita pada level baru bermain game, yang lebih kaya, “membenamkan” kita lebih dalam pada lingkungan game dengan fitur-fitur:<br />
#Ledakan yang menghasilkan debu dan reruntuhan.<br />
#Karakter yang lebih kompleks secara geometris, untuk gerakan dan interaksi yang lebih hidup.<br />
#Senjata-senjata baru yang spektakuler, dengan efek yang luar biasa.<br />
#Pakaian yang “jatuh” dengan lipatan-lipatan yang lebih natural.<br />
#Kabut dan asap tebal yang tersapu/terkibas disekitar objek yang bergerak.<br />
[Only registered and activated users can see links]<br />
Agar lebih mudah memahami cara kerja PysX, kita perlu memahami perbedaan “Graphic Processing” (proses grafis) dengan “Physics Processing” (proses physics).</p>
<p style="text-align:justify;">Proses grafis yang dilakukan oleh GPU berlaku secara umum terhadap seluruh pengolahan dan manipulasi grafis yang diperintahkan oleh CPU. Hal ini berarti semua visual grafis yang bisa kita lihat dalam output di monitor, berasal dari proses grafis/Graphic Processing.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan proses physics adalah proses simulasi fisika, yang mensimulasikan model fisika dari Newton menggunakan varibel berupa masa, kecepatan, pergesekan, serta tahanan angin.</p>
<p style="text-align:justify;">Proses physics yang diakomodir oleh Physics Engine (seperti PhysX dalam GPU Nvidia), dapat mensimulasi dan memprediksi efek-efek dalam berbagai kondisi pada dunia fantasi, agar dapat menyerupai kondisi real pada dunia nyata. Proses ini biasanya dilakukan pada simulasi ilmiah dan dalam video games.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PRINSIP KERJA PHYSICS ENGINE:</strong><br />
Pada game-game terdahulu (tanpa physics engine), gerakan objek dalam game dilakukan secara langsung, dengan mengubah posisi objek tersebut. Dengan physisc engine, objek tidak lagi digerakkan secara langsung, tetapi dispesifikasikan berdasarkan force berdasarkan input dari pemain, dalam setiap loop pada setiap objek dalam game.</p>
<p style="text-align:justify;">Physics engine bertugas untuk menghitung perkiraan posisi dan orientasi selanjutnya dari objek tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada dua proses utama dalam Physics Engine; yang pertama adalah melakukan “collision detection”. Output dari modul ini kemudian diberikan pada komponen kedua, yaitu “simulation system” (sering disebut “integrator”), untuk melakukan perhitungan berdasarkan rumus fisika. Simulation system kemudian akan memberikan update properti dari objek yang disimulasikan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">B. CUDA</span></em></strong><br />
CUDA adalah singkatan dari Compute-Unified-Device-Architecture. Secara sederhana, CUDA adalah kumpulan program-program yang menerjemahkan teks dalam bentuk bahasa komputer (computer language) berupa source language/source code, ke dalam bentuk bahasa komputer yang lain (target language/object code).</p>
<p style="text-align:justify;">NVIDIA CUDA technology merupakan suatu lingkup bahasa pemrograman “C” yang membuka akses kekuatan prosesing dari GPU, untuk memecahkan hampir seluruh tantangan intensif dari komputasi / perhitungan yang kompleks dari proses GPU tersebut.<br />
Nvidia GeForce 9100M G pada ACER Aspier 4530<br />
merupakan GPU yang sudah suport arsitektur CUDA<br />
Arsitektur CUDA memungkinkan GPU (yang telah support CUDA) menjadi arsitektur terbuka seperti layaknya CPU (Central Processing Unit a.k.a Processor). Hanya, tidak seperti CPU, GPU memiliki arsitektur banyak-inti yang pararel.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap inti memiliki kemampuan untuk menjalankan ribuan “thread” secara simultan. Jika aplikasi yang dijalankan sesuai dengan arsitektur ini, GPU dapat menyediakan keuntungan yang lebih besar dari segi performa proses aplikasi tersebut.<br />
[Only registered and activated users can see links]<br />
KEUNGGULAN ARSITEKTUR CUDA:<br />
#CUDA menggunakan bahasa “C” standar, dengan beberapa ekstensi yang simpel.<br />
#Scattered writes (penyebaran penulisan) – kode dapat ditulis pada tujuan-tujuan yang tersebar dalam memori.<br />
#Shared memory – CUDA menyingkapkan wilayah memory yang cepat (berukuran 16 KB) yang dapat di bagi diantara thread-thread yang ada. Hal ini dapat digunakan sebagai user-managed-cache, sehingga mengaktifkan bandwitdth yang lebih besar (dari besaran bandwidth yang dimungkinkan), menggunakan texture loops.<br />
#Proses download dan readbacks yang lebih cepat, dari dan ke GPU.<br />
#Support penuh terhadap operasi integer dan bitwise.</p>
<p style="text-align:justify;">Keterbatasan CUDA (terutama di sektor grafis) adalah; CUDA tidak support texture rendering, Bus Bandwidth dan latensi antara CPU dengan GPU bisa jadi bottleneck (tidak imbang), serta CUDA hanya terdapat pada GPU Nvidia.<br />
NVIDIA’s CUDA development tools terbagi atas 3 komponen kunci yaitu:<br />
1. CUDA driver<br />
2. A complete CUDA toolkit<br />
3. CUDA SDK code samples<br />
CUDA Toolkit adalah pengembangan lingkunan bahasa “C” untuk CUDA-enabled GPU. Ruang lingkup pengembangan CUDA termasuk:<br />
NVCC “C” compiler<br />
CUDA FFT and BLAS libraries for the GPU* Profiler* gdb debugger for the GPU<br />
CUDA runtime driver (also available in the standard NVIDIA GPU driver)<br />
CUDA programming manual</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan contoh kode CUDA SDK adalah contoh source code yang dikembangkan oleh para developer CUDA, untuk menolong kita dalam memulai penggunaan CUDA. Contoh kode CUDA SDK termasuk:<br />
Parallel bitonic sort<br />
Matrix multiplication<br />
Matrix transpose<br />
Performance profiling using timers<br />
$Parallel prefix sum (scan) of large arrays<br />
$Image convolution<br />
$1D DWT using Haar wavelet<br />
$OpenGL and Direct3D graphics interoperation examples<br />
$CUDA BLAS and FFT library usage examples<br />
$CPU-GPU C- and C++-code integration<br />
$Binomial Option Pricing<br />
$Black-Scholes Option Pricing<br />
$Monte-Carlo Option Pricing<br />
$Parallel Mersenne Twister (random number generation)<br />
$Parallel Histogram<br />
$Image Denoising<br />
$Sobel Edge Detection Filter</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pembahasan di atas, kita dapat mengetahui bahwa baik PhysX maupun CUDA memang merupakan alat optimasi GPU untuk performa yang lebih prima. Keduanya murni merupakan software / alogaritma / source code / dan bukan perangkat keras (hardware tambahan).<br />
Tapi tetap saja, keduanya merupakan sebuah (lagi-lagi saya sebut) mahakarya dari para developers Nvidia (juga AGEIA) yang sangat cemerlang.<br />
Dengan menggabungkan kedua fitur tersebut, GPU Nvidia yang sudah support PhysX dan CUDA bisa mendapatkan performa terbaiknya sebagai sebuah Graphic Processing Unit yang powerfull. Akhirnya, kita sebagai pelanggan yang diuntungkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deadie13.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deadie13.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deadie13.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deadie13.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deadie13.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deadie13.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deadie13.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deadie13.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deadie13.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deadie13.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deadie13.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deadie13.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deadie13.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deadie13.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=125&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deadie13.wordpress.com/2011/03/21/soffskill1etika-profesi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c832ee0a27f7265f3f39b212e5ea9309?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deadie13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas 2 Manajemen Proyek</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com/2010/11/17/tugas-2-manajemen-proyek/</link>
		<comments>http://deadie13.wordpress.com/2010/11/17/tugas-2-manajemen-proyek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2010 14:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deadie13</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deadie13.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[1. Jelaskan penggunaan metode critical path methods (CPM) dalam penyelesaian proyek. Jawab: Critical Path Method (CPM) &#8220;Analisis Jalur Kritis&#8221; adalah alogaritma berbasis matematika untuk menjadwalkan sekelompok aktivitas proyek. CPM merupakan salah satu peralatan terpenting untuk manajemen proyek. Critical Path Method dikembangkan tahun 1950-an oleh Morgan R. Walker dari DuPont dan James E. Kelley, Jr. dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=121&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Jelaskan      penggunaan metode critical path methods (CPM) dalam penyelesaian proyek.</strong></p>
<p>Jawab:</p>
<p>Critical Path Method (CPM) &#8220;Analisis Jalur Kritis&#8221; adalah alogaritma berbasis matematika untuk menjadwalkan sekelompok aktivitas proyek. CPM merupakan salah satu peralatan terpenting untuk manajemen proyek.</p>
<p>Critical Path Method dikembangkan tahun 1950-an oleh Morgan R. Walker dari DuPont dan James E. Kelley, Jr. dari Remington Rand. Keduanya bekerjasama mengembangkan CPM di tahun 1989.</p>
<p><strong>2. Jelaskan      prinsip dari metode PERT dalam penyelesaian manajemen proyek.</strong></p>
<p>Jawab:</p>
<p>PERT [Program Evalution Review Technique] adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian pekerjaan yang ada didalam suatu proyek. PERT merupakan salah satu metodologi yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1950.</p>
<p>Teknik ini memungkinkan dihasilkannya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur, karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan.<br />
Tujuan dari PERT adalah pencapaian suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam penyelesaian kegiatan-kegiatan bagi suatu proyek. Dalam metode PERT dan CPM masalah utama yaitu teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya dengan maksud pekerjaan-pekerjaan yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepat waktu serta tepat biaya.</p>
<p><strong>3. Bagaimana mengurangi risiko yang timbul dalam pelaksanaan proyek.</strong></p>
<p>Jawab:</p>
<p>a. Mempelajari jenis resiko yang mungkin muncul dan apa penyebabnya.<br />
b. Mencari jalan pemecahan atau solusi agar yang bersangkutan dapat diatasi atau bahkan dicegah.<br />
c. Mengkaji ulang bagaimana mengurangi probabilitas kemunculan resiko tersebut.<br />
d. Menganalisa cara untuk meminimalisasi terjadinya resiko tersebut.<br />
e. Mencari dan mengaplikasikan beberapa referensi dan perangkat aplikasi yang dapat digunakan oleh para praktisi proyek yang ingin melakukan pengelolaan resiko secara efektif.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deadie13.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deadie13.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deadie13.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deadie13.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deadie13.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deadie13.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deadie13.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deadie13.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deadie13.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deadie13.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deadie13.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deadie13.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deadie13.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deadie13.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=121&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deadie13.wordpress.com/2010/11/17/tugas-2-manajemen-proyek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c832ee0a27f7265f3f39b212e5ea9309?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deadie13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas 1 Manajemen proyek dan Risiko</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com/2010/10/24/manajemen-proyek-dan-risiko/</link>
		<comments>http://deadie13.wordpress.com/2010/10/24/manajemen-proyek-dan-risiko/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 12:26:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deadie13</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deadie13.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Jelaskan konsep manajemen proyek ? Jawab : Manajemen proyek adalah salah satu cara yang ditawarkan untuk maksud pengelolaan suatu proyek, yaitu suatu metode pengelolaan yang dikembangkan secara ilmiah dan intensif sejak pertengahan abad ke-20 untuk menghadapi kegiatan khusus yang berbentuk proyek. (Iman Soeharto, 1999) Manajemen proyek adalah usaha pada suatu kegiatan agar tujuan adanya kegiatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=117&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li style="text-align:justify;"><strong>Jelaskan konsep manajemen proyek ?</strong></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Jawab :</p>
<p style="text-align:justify;">Manajemen proyek adalah salah satu cara yang ditawarkan untuk maksud pengelolaan suatu proyek, yaitu suatu metode pengelolaan yang dikembangkan secara ilmiah dan intensif sejak pertengahan abad ke-20 untuk menghadapi kegiatan khusus yang berbentuk proyek. (Iman Soeharto, 1999)</p>
<p style="text-align:justify;">Manajemen proyek adalah usaha pada suatu kegiatan agar tujuan adanya kegiatan tersebut dapat tercapai secara efisien dan efektif. Efektif dalam hal ini adalah dimana hasil  penggunaan sumber daya dan kegiatan sesuai dengan sasarannya yang meliputi kualitas, biaya, waktu dan lain-lainnya. Sedangkan efisien diartikan penggunaan sumber daya dan pemilihan sub kegiatan secara tepat yang meliputi jumlah, jenis, saat penggunaan sumber lain dan lain-lain. Oleh sebab itu manajemen proyek pada suatu proyek konstruksi merupakan suatu hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja, karena tanpa manajemen suatu proyek, konstruksi akan sulit berjalan sesuai dengan harapan baik berupa biaya, waktu maupun kualitas<span id="more-117"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Jelaskan karakteristik khusus yang membedakan proyek dari kegiatan rutin lainnya ?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jawab:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kegiatannya dibatasi oleh waktu; sifat sementara, diketahui kapan mulai dan berakhirnya.</li>
<li>Di batasi oleh biaya/budget</li>
<li>Di batasi oleh kualitas</li>
<li>Biasanya tidak berulang-ulang</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Proses perencanaan <em>( planning )</em> proyek dapat dikelompokkan menjadi dua tahap, yaitu yang pertama planning dalam garis manajemen konsultan dan yang kedua dalam garis manajemen kontraktor.</p>
<p style="text-align:justify;">Perencanaan yang ditangani oleh konsultan mencakup perencanaan fisik struktur secara terperinci sampai pada perencanaan anggaran biaya dan durasi pekerjaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perencanaan yang ditangani oleh kontraktor mencakup perencanaan metode kontraktor, rencana anggaran dalam pelaksanaan dan perencanaan administrasi lapangan maupun perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Metode manajemen proyek yang digunakan oleh pelaksana proyek (kontraktor) baik manajemen pelaksana, manajemen pengawasan, serta manajemen dari organisasi pemilik proyek pada umumnya adalah sama yaitu dengan berpatokan pada laporan-laporan tertulis yang disesuaikan dengan keadaan nyata dilapangan. Laporan-laporan tertulis tersebut bisa berupa laporan harian, laporan mingguan dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Apa yang membedakan proyek teknologi informasi dengan proyek lain pada umumnya ?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jawab:</p>
<p style="text-align:justify;">Proyek Teknologi Informasi:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Proyek IT sangat beraneka ragam berkaitan dengan ukurannya, kompleksitasnya,produk yang dihasilkan, area aplikasi dan sumber daya yang dibutuhkannya.</li>
<li>Tim Proyek IT, harus memiliki kemampuan yang beraneka ragam dengan keterampilan yang juga beraneka ragam.</li>
<li>Proyek IT harus terus “berjuang” dengan kemajuan teknologi IT yang berkembang dengan pesat.</li>
<li>tetap harus ada orang yang ahli di bidang tertentu di bidang IT.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Proyek sistem informasi dibandingkan dengan proyek bidang lain adalah sebagai berikut :<br />
1.  Memiliki tujuan untuk menghasilkan produk yang bersifat intangible seperti perangkat lunak, database, jaringan yang sulit untuk mengukur nilai manfaat dari produk tersebut.<br />
2.  Melibatkan teknologi yang sangat cepat usang, karena perkembangan yang sangat cepat.<br />
3.  Membutuhkan beragam sumber daya manusia dengan keahlian dan kompetensi yang beragam.<br />
4.  Ukuran yang dijadikan standar sulit dibakukan, karena sulit mengukur kualitas yang dimengerti berbagai pihak secara seragam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> 4. Berikan contoh nyata 1 dari jenis proyek teknologi informasi yang dilaksanakan oleh pemerintah atau organisasi bisnis. Deskripsikan dengan jelas contoh tersebut ?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jawab:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Proyek sistem informasi untuk mendukung pelaksanaan PEMILU.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dari sekian banyak masalah pada PEMILU yang terungkap dimedia massa negeri ini, masalah yang paling signifikan dan menjadi sorotan banyak pihak adalah mengenai pehitungan suara. Mulai dari masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) sampai dengan masalah perhitungan suara TPS, dipelosok daerah negeri ini sampai dengan perhitungan suara yang ada di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Metode komputerisasi (TI) yang diterapkan dan digunakan oleh KPU demi mendapatkan hasil seakurat dan secepat mungkin, nampaknya juga tidak terlalu membantu. Hal ini dapat kita simak dari banyaknya keluhan atas kelambatan situs internet yang dikelola oleh KPU dalam menyajikan data perhitungan kepada khalayak umum.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal tersebut tentu tidak dapat dijawab dengan mudah dan sederhana. Karena banyak aspek dan hal yang melatarbelakangi mengapa pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul. Banyak hal pula yang membuat sistem komputerisasi KPU tidak ‘matang’. Secara pribadi, saya yakin sekali, bahwa kawan-kawan pelaksana gugus tugas Teknologi Informasi di KPU sudah berupaya yang terbaik yang mereka bisa lakukan. Dengan segala kerumitan, tekanan publik, tekanan agar harus akurat dan cepat, dll, mereka dengan caranya tersebut telah melakukan tugasnya. Walaupun hasilnya masih belum memuaskan banyak pihak.</p>
<p style="text-align:justify;">TI mulai benar-benar dipandang sebagai sebuah komponen yang penting dalam pelaksanaan PEMILU. Pada PEMILU tahun 2010, dapat kita perhatikan peran TI yang sangat signifikan. Walaupun tetap ada kekurangan disana dan disini, fungsi TI pada PEMILU 2010 secara keseluruhan dapat dikategorikan berhasil.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita bicara TI, maka sebenarnya kita bicara mengenai beberapa sub-bidang keilmuan lagi didalam. Dalam TI ada unsur Infrastruktur (jaringan fisik, jaringan telekomunikasi dan data, perangkat keras dan perangkat lunak), Development (pengembangan perangkat lunak), serta Manajemen.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga hal penting tersebut, saling terkait satu dengan yang lainnya. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak melibatkan ketiga hal tersebut ketika kita bicara mengenai pekerjaan TI sebesar, sepenting dan sekhusus pekerjaan TI untuk PEMILU. Manajemen yang dimaksud diatas adalah Manajemen Proyek. Pelaksanaan mulai dari persiapan hingga eksekusi adalah merupakan satu kesatuan dalam Manajemen Proyek. Mengapa demikian? Karena sifat PEMILU yang sementara dan hanya dilangsungkan dalam kurun waktu 5 tahun sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal-hal yang terlibat didalam Manajemen Proyek itu antara lain adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">- Durasi (Time Frame)<br />
- Tenaga Kerja (Work Force)<br />
- Tugas Pekerjaan (Task)<br />
- Resiko (Risk)<br />
- Portfolio<br />
- Kolaborasi (Collaboration)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deadie13.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deadie13.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deadie13.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deadie13.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deadie13.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deadie13.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deadie13.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deadie13.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deadie13.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deadie13.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deadie13.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deadie13.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deadie13.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deadie13.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=117&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deadie13.wordpress.com/2010/10/24/manajemen-proyek-dan-risiko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c832ee0a27f7265f3f39b212e5ea9309?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deadie13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUGAS BAHASA INDONESIA 5 ( TAHAPAN/PRA PENULISAN KARYA ILMIAH)</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/pra-penulisan-karya-ilmiah/</link>
		<comments>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/pra-penulisan-karya-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 20:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deadie13</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deadie13.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Kerangka karya ilmiah terdiri dari: 1. Judul 2. Lembar Pengesahan 3. Abstrak/Ringkasan 4. Kata Pengantar 5. Daftar Isi 6. Daftar Tabel 7. Daftar Gambar 8. Daftar Lampiran 9. Daftar Istilah dan atau Daftar Singkatan [kalau ada] 10. BAB I Pendahuluan (latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran) 11. BAB II Tinjauan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=107&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kerangka karya ilmiah terdiri dari:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Judul<br />
2. Lembar Pengesahan<br />
3. Abstrak/Ringkasan<br />
4. Kata Pengantar<br />
5. Daftar Isi<br />
6. Daftar Tabel<br />
7. Daftar Gambar<br />
8. Daftar Lampiran<br />
9. Daftar Istilah dan atau Daftar Singkatan [kalau ada]<br />
10. BAB I Pendahuluan (latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran)<br />
11. BAB II Tinjauan Pustaka<br />
12. BAB III Bahan dan Metode Penelitian (bentuk penelitian, subjek penelitian, ukuran sampel, definisi operasional, variabel penelitian, prosedur penelitian, cara pemeriksaan/pengukuran, analisis data, tempat dan waktu penelitian, jadwal penelitian, alur penelitian)<br />
13. BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan<br />
14. BAB V Kesimpulan dan Saran<br />
15. Daftar Pustaka<br />
16. Lampiran.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-107"></span>Teknik Penyusunan Karya ilmiah Kerangka Penyusunan Karya Ilmiah. Dalam penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap antara lain.</p>
<p style="text-align:justify;">1. Tahap Persiapan</p>
<p style="text-align:justify;">2. Tahap Pengumpulan data.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Tahap Pengorganisasian.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Tahap Pemeriksaan/ penyunting konsep.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Tahap Penyajian.</p>
<p style="text-align:justify;">1.Tahap Persiapan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tahap persiapan dilakukan:</p>
<p style="text-align:justify;">a. Pemilihan masalah atau topik dan mempertimbangkan</p>
<p style="text-align:justify;">i.Topik yang akan di pilih harus yang ada di sekitar penulis.</p>
<p style="text-align:justify;">ii.Topik yang di pakai harus topik yang paling menarik dari topik yangada.</p>
<p style="text-align:justify;">iii.Pembahasan harus terpusat pada segi lingkup sempit dan terbatas.</p>
<p style="text-align:justify;">iv.Memilki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi.</p>
<p style="text-align:justify;">v.Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">vi.Harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang bisa dijadikan referensi.</p>
<p style="text-align:justify;">b.Pembatasan topik atau penentuan judul</p>
<p style="text-align:justify;">i.Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">ii.Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisn karya ilmiah atau setelah selesai penulisan karya ilimiah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">iii.Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari pertanyaan yang mengandungunsure 4W + 1H yakni <em>what (apa), why (kenapa), who (siapa), where (dimana) </em>dan <em>how (bagaimana)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">c.Pembuatan kerangka karangan (outline)</p>
<p style="text-align:justify;">i.Membimbing untuk memulai menyusun kerangka karangan.</p>
<p style="text-align:justify;">ii.Membuat pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak menjadi tumpang tindih dalam penulisannya.</p>
<p style="text-align:justify;">iii.Pembuatanrencana daftar isi dari karya ilmiah.</p>
<p style="text-align:justify;">2.Tahap penulisan data</p>
<p style="text-align:justify;">a.Pencarian keterangan dari bhn bacaan atau referensi.</p>
<p style="text-align:justify;">b.Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan dijadikan tema dalam karya ilmiah.</p>
<p style="text-align:justify;">c.Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti dan dijadikan tema dari karya ilmiah.</p>
<p style="text-align:justify;">d.Melakukan percobaan dilabolatorium atau pengujian data di lapangan.</p>
<p style="text-align:justify;">3.Tahap Pengorganisasian dan pengkonsepan</p>
<p style="text-align:justify;">a.Pengelompokan bahan untuk mengorganisasikan bagian mana yang akan temasuk dalam karya ilmiah, data yang telah terkumpul diseleksi kembali dan dikelompokan sesuai jenis, sifat dan bentuk data.</p>
<p style="text-align:justify;">b.Pengkonsepan karya ilmiah dilakuakn sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang telah ditetapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">4.Tahap pemeriksaan atau penyuntingan konsep (editing), tahap ini bertujuan untuk :</p>
<p style="text-align:justify;">a.Melengkapi data yang dirasa masih kurang.</p>
<p style="text-align:justify;">b.Membuang dan mengedit data yang dirasa tidak relevan serta tidak cocok dengan pokok bahasan karya ilmiah.</p>
<p style="text-align:justify;">c.Mengedit setiap kata-kata dalam karya ilmiah untuk menghindari penyajian bahan-bahan secara berulang-ulang atau terjadi tumpang tindih antara tulisan satu dengan tulisan yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">d.Mengedit setiap bahasa yang ada dalam karya ilmiah untuk menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, contoh dalam penyusunan dan pemilihan kata, penyesuaian kalimat, penyesuaian paragraph, maupun penerapan kaidah ejaan sesuai EYD</p>
<p style="text-align:justify;">5.Tahap Penyajian</p>
<p style="text-align:justify;">a.Teknik penyajian karya ilmiah harus dengan memperhatikan :</p>
<p style="text-align:justify;">i.Segi kerapian dan kebersihan.</p>
<p style="text-align:justify;">ii.Tata letak (layout) unsure-unsur dalam format karya ilmiah, misal padahalaman pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka, dll.</p>
<p style="text-align:justify;">iii.Memakai standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, missal standar penulisan kutipan, catatan kaki, daftar pustaka dan penggunaan bahasa sesuai dengan EYD.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deadie13.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deadie13.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deadie13.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deadie13.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deadie13.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deadie13.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deadie13.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deadie13.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deadie13.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deadie13.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deadie13.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deadie13.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deadie13.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deadie13.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=107&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/pra-penulisan-karya-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c832ee0a27f7265f3f39b212e5ea9309?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deadie13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUGAS BAHASA INDONESIA 4 ( METODE ILMIAH)</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/metode-ilmiah/</link>
		<comments>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/metode-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 20:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deadie13</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deadie13.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[1.Jelaskan pengertian dari metode ilmiah? Jawab: Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=104&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>1.Jelaskan pengertian dari metode ilmiah?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jawab:<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Metode ilmiah</strong> atau <strong>proses ilmiah</strong> merupakan proses ke<a title="Ilmu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu">ilmuan</a> untuk memperoleh <a title="Pengetahuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan">pengetahuan</a> secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan <a title="Observasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Observasi">observasi</a> serta membentuk <a title="Hipotesis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis">hipotesis</a> dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena <a title="Alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alam">alam</a>. <a title="Prediksi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prediksi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Prediksi</a> yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan <a title="Eksperimen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eksperimen">eksperimen</a>. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu <a title="Teori" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori">teori</a> ilmiah.</p>
<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-104"></span>Metode ilmiah boleh dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Metode ilmiah pun dapat diartikan sebagai prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara tekhnis untuk memperoleh pengetahuan baru atau menegembangkan pengetahuan yang ada. Karena ideal dari ilmu adalah untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta dengan menggunakan pendekatan kesangsian sistematis. Karena itu, penelitian dan metode ilmiah mempunyai hubungan yang dekat sekali, jika tidak dikatakan sama. Dengan adanya metode ilmiah, pertanyaan-pertanyaan dalam mencari dalil umum akan mudah terjawab, seperti menjawab seberapa jauh, mengapa begitu, apakah benar, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Sedangkan Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatuinterelasi.”</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun menurut Barnamid (1994:85), “ metode dalah suatu sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin ilmu, maka usaha pengembangan metode itu sendiri merupakan syarat mutlak.”</p>
<p style="text-align:justify;">Para ilmuwan dan filsuf memberikan pula berbagai perumusan mengenai pengertian metode ilmiah. George Kneller menegaskan bahwa metode ilmiah merupakan struktur rasional dari penyelidikan ilmiah yang disitu pangkal-pangkal duga disusun dan diuji. Harold Titus menyatakan pula bahwa metode ilmiah merupakan proses atau langkah untuk memperoleh pengetahuan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.Jelaskan kriteria dari metode ilmiah?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jawab:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>BerdasarkanFakta</li>
<li>Bebas dari Prasangka</li>
<li>Menggunakan Prinsip Analisa</li>
<li>Menggunakan Hipotesa</li>
<li>Menggunakan Ukuran Obyektif</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.Jelaskan langkah-langkah dari metode ilmiah?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jawab:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Perumusan masalah</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.</li>
<li>Pilih permasalahan yang <em>penting</em> dan <em>menarik</em> untuk diteliti.</li>
<li>Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.</li>
</ol>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Penyusunan kerangka berfikir</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Penyusunan kerangka berfikir dalam pengajuan hpotesis yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai factor yang saling mengkait dan membentuk konstelasi permasalahan kerangka berfikir ini di susun secara rasional berdasarkan permis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan factor- factor empiris yang relevan dengan permasalahan.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Perumusan hipotesa</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis</li>
<li>Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen</li>
</ol>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Pengujian hipotesa</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.</p>
<p style="text-align:justify;">Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.</li>
<li>Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.</li>
<li>Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.</li>
<li>Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.</li>
</ol>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Penarikan kesimpulan</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis</li>
<li style="text-align:justify;">Jangan ubah hipotesis</li>
<li style="text-align:justify;">Jangan abaikan hasil eksperimen</li>
<li style="text-align:justify;">Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai</li>
<li style="text-align:justify;">Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian</li>
<li style="text-align:justify;">Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deadie13.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deadie13.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deadie13.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deadie13.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deadie13.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deadie13.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deadie13.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deadie13.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deadie13.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deadie13.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deadie13.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deadie13.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deadie13.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deadie13.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=104&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/metode-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c832ee0a27f7265f3f39b212e5ea9309?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deadie13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUGAS BAHASA INDONESIA 3 ( KARYA ILMIAH )</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/karya-ilmiah/</link>
		<comments>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/karya-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 20:10:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deadie13</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deadie13.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Karangan di bedakan menjadi 3 : 1. Non Ilmiah (Fiksi) Jawab: Karya non ilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan non-ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. 2. Semi Ilmiah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=100&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Karangan di bedakan menjadi 3 :<br />
1. Non Ilmiah (Fiksi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jawab:</p>
<p style="text-align:justify;">Karya non ilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan non-ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.<br />
<strong> <span id="more-100"></span>2. Semi Ilmiah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jawab:</p>
<p style="text-align:justify;">Semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Ilmiah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jawab:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Dalam buku yang di tulis Drs.Totok Djuroto dan Dr. Bambang Supriyadi disebutkan bahwa karya ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematis berdasar pada metode ilmiah, untuk mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang muncul sebelumny<span style="text-decoration:underline;">a.</span></li>
<li>Menurut Brotowidjoyo, karya ilmiah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut Metodologi penulisan yang baik dan benar.</li>
<li>Menurut Hery Firman, karya ilmiah adalah laporan tertulis dan ai publikasikan dipaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang teliah dilakukan oleh seorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>SIFAT KARYA ILMIAH</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>NON TEKNIS KONGKRIT :</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Informatif, bernada populer, spesifik dan kongkrit, tanpa ajakan emosional atau imaginatif,</p>
<p style="text-align:justify;">sistematis dan ditujukan kepada pembaca dengan pengetahuan ilmiah dasar.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>TEKNIS UMUM :</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Informatif, teknis, tidak untuk kepentingan pribadi, masalah secara umum, kongkrit, tidak ada ajakan emosional, ditujukan kepada pembaca berpengetahuan teknis.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>ABSTRAK NORMAL :</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Informatif, umum, non teknis, tidak untuk kepentingan pribadi, menyertakan</p>
<p style="text-align:justify;">pendapat orang lain tanpa bukti, tidak ada ajakan emosional, populer.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>SPESIFIK HISTORIS :</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Informatif, sumber sejarah, tanpa ajakan emosional, tidak untuk kepentingan pribadi, tidak memuat penilaian, kongkret, spesifik, semi teknis, bahasa dan susunan normal.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SIFAT KARYA NON ILMIAH</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>EMOTIF :</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Sedikit informasi, kemewahan dan cinta menonjol, melebihkan kebenaran mencari keuntungan, tidak sistematis.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>PERSUASIF :</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Cukup informatif, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca,</p>
<p style="text-align:justify;">mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>DESKRIPTIF :</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Informatif sebagian imaginatif dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya, pendapat pribadi.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>KRITIK tanpa dukungan bukti :</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasan dan kadang-kadang mendalam tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau merugikan, formal tetapi sering dengan bahasa kasar, subyektif dan pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>CIRI KARYA SEMI ILMIAH /POPULER</strong></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Fakta obyektif dan disesuaikan dengan masyarakat</li>
<li style="text-align:justify;">Menggunakan kata/bahasa yang sederhana</li>
<li style="text-align:justify;">Mudah dimengerti</li>
<li style="text-align:justify;">Tidak memuat hipotesa</li>
<li style="text-align:justify;">Tidak ragu-ragu</li>
<li style="text-align:justify;">Dibarengi dengan historis dan kadang-kadang diselingi cerita fiktif</li>
<li style="text-align:justify;">Judul mudah ditangkap maksudnya</li>
<li style="text-align:justify;">Menghimbau perasaan pembaca seolah-olah mengalami atau melihat sendiri</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deadie13.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deadie13.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deadie13.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deadie13.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deadie13.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deadie13.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deadie13.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deadie13.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deadie13.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deadie13.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deadie13.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deadie13.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deadie13.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deadie13.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=100&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/karya-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c832ee0a27f7265f3f39b212e5ea9309?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deadie13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUGAS BAHASA INDONESIA 2 ( PENALARAN INDUKTIF )</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/penalaran-induktif/</link>
		<comments>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/penalaran-induktif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 19:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deadie13</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deadie13.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[1.Apa yang dimaksud Penalaran Induktif ? Jawab: Metode penalaran induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. 2. Sebutkan macam-macam penalaran induktif ? Jawab: 1.Generalisasi Generalisasi adalah penalaran induktif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=93&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1.Apa yang dimaksud Penalaran Induktif ?</strong></p>
<p>Jawab:</p>
<p>Metode penalaran induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif.</p>
<p><strong>2. Sebutkan macam-macam penalaran induktif ?</strong></p>
<p>Jawab:</p>
<p>1.Generalisasi</p>
<p>Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.<strong></strong></p>
<p>2.Analogi</p>
<p>Pemikiran ini berangkat dari suatu kejadian khusus ke suatu kejadian khususnya lainnya, dan menyimpulkan bahwa apa yang benar pada yang satu juga akan benar pada yang lain.</p>
<p>3.Hubungan kausalitas</p>
<p>Berupa sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pada umumnya hubungan sebab akibat dapat berlangsungdalam tiga pola, yaitu sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat. Namun, pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab.</p>
<p><strong>3. Berikan contoh aplikasi Penalaran Induktif ?</strong></p>
<p>Jawab:</p>
<p>penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang bersifat individual nyata    menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Inilah alasan eratnya kaitan antara logika induktif dengan istilah    generalisasi. Contoh gampang penalaran induktif ini misalnya:</p>
<p>Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan   melahirkan.Ikan Paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.<br />
Kesimpulan: Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deadie13.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deadie13.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deadie13.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deadie13.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deadie13.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deadie13.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deadie13.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deadie13.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deadie13.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deadie13.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deadie13.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deadie13.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deadie13.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deadie13.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=93&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/penalaran-induktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c832ee0a27f7265f3f39b212e5ea9309?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deadie13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUGAS BAHASA INDONESIA 1 ( PENALARAN )</title>
		<link>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/penalaran/</link>
		<comments>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/penalaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 19:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deadie13</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deadie13.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[1. Sebutkan pengertian dari penalaran? Jawab: Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=89&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Sebutkan pengertian dari penalaran?<br />
</strong>Jawab:</li>
</ol>
<p><strong>Penalaran</strong> adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan <a title="Indera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indera">indera</a> (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk <a title="Proposisi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proposisi">proposisi</a> – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.</p>
<p>Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan <a title="Premis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Premis&amp;action=edit&amp;redlink=1">premis</a> (<em>antesedens</em>) dan hasil kesimpulannya disebut dengan <a title="Konklusi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konklusi&amp;action=edit&amp;redlink=1">konklusi</a> (<em>consequence</em>).</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Sebutkan dan jelaskan macam-macam penalaran deduktif?</strong></p>
<p>Jawab:</p>
<ul>
<li>Silogisme Kategorial: Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.</li>
<li>Silogisme Hipotesis: Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang<br />
berproposisi konditional hipotesis.</li>
<li>Silogisme Alternatif: Silogisme yang terdiri atas premis mayor<br />
berupa proposisi alternatif.</li>
<li>Entimen: Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.</li>
</ul>
<p><strong>3. </strong><strong>Berikan satu aplikasi penggunaan penalaran dari deduktif?</strong></p>
<p>Jawab:</p>
<p>Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.</p>
<p>Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deadie13.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deadie13.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deadie13.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deadie13.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deadie13.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deadie13.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deadie13.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deadie13.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deadie13.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deadie13.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deadie13.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deadie13.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deadie13.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deadie13.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deadie13.wordpress.com&amp;blog=10167809&amp;post=89&amp;subd=deadie13&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deadie13.wordpress.com/2010/06/07/penalaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c832ee0a27f7265f3f39b212e5ea9309?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deadie13</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
