Keamanan komputer

Posted: June 2, 2011 in Tugas

Keamanan komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.

Menurut John D. Howard dalam bukunya “An Analysis of security incidents on the internet” menyatakan bahwa :

Keamanan komputer adalah tindakan pencegahan dari serangan pengguna komputer atau pengakses jaringan yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Gollmann pada tahun 1999 dalam bukunya “Computer Security” menyatakan bahwa :

Keamanan komputer adalah berhubungan dengan pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak dikenali dalam system komputer.

Menurut Garfinkel dan Spafford, ahli dalam computer security, komputer dikatakan aman jika bisa diandalkan dan perangkat lunaknya bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Keamanan komputer memiliki 5 tujuan, yaitu:

  1. Availability
  2. Confidentiality
  3. Data Integrity
  4. Control
  5. Audit

Read the rest of this entry »

Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.

Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Definisi plagiarisme yaitu:

Plagiarisme adalah tindakan yang secara sengaja mengakui karya atau ide orang lain sebagai karya sendiri atau memberikan kesan bahwa karya atau ide orang lain tersebut adalah karya atau idenya.

Plagiarism is taking the ideas or words of others and passing them off as your own. Plagiarism is a type of intellectual theft.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme:

  • menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
  • mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya

Hal-hal yang tidak tergolong plagiarisme:

  • menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
  • menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.
  • mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Penetapkan sesuatu adalah plagiarisme pun ada prosesnya:

  1. ada klaim. klaim/pernyataan ini berisi bahwa seseorang membuat sebuah produk yang merupakan hasil karya sendiri bukan copy dari orang lain. bentuk klaim ya macem2, di UNSW, kita wajib membuat pernyataan ini setiap kali kita submit assignments, papers, atau exams. isi pernyataan intinya adalah bahwa yang ditulis dalam assignments/exams/papers adalah hasil kerja kita sendiri, bukan copy dari orang lain.
  2. setiap klaim harus ada references/buktinya. jika dalam paper kita menulis, “indonesia’s internet penetration is the highest in asia” kita perlu nyebutkan siapa yang bilang begitu, dan harus tulis referencesnya apakah itu sumbernya dari research kita, atau dari tulisan/research orang lain?
  3. Kemudian ada pengecekan atas klaim & referencesnya. proses pengecekan ini biasanya dilakukan oleh supervisor, lecturer, penguji, atau publik. nah jika referencesnya salah, atau tidak mencantumkan references, maka paper hasil karya kita adalah plagiarism. dan di UNSW, plagiarism adalah kebuah kejahatan akademik. tidak ada alasan bagi kita untuk pura2 lupa dengan plagiarism. karena setiap student baru yang masuk, UNSW mewajibkan tiap student untuk agree terhadap policy plagiarism.

This slideshow requires JavaScript.


Read the rest of this entry »

Etika Profesi

Posted: March 21, 2011 in Tugas

A. KOMPETENSI IT (Information Technology)

Pada dasarnya penentuan tingkat kompetensi dibutuhkan agar dapat mengetahui tingkat kinerja yang diharapkan untuk kategori baik atau rata-rata. Misalnya dalam kepentingan manajemen SDM dapat dijadikan dasar bagi proses seleksi, suksesi perencanaan, evaluasi kinerja dan pengembangan sumber daya manusia.
Adapun yang dimaksud dengan standar kompetensi menurut Suprapto adalah spesifikasi atau sesuatu yang dibakukan, memuat persyaratan minimal yang harus dimiliki oleh seseorang yang akan melakukan pekerjaan tertentu agar yang bersangkutan mempunyai kemampuan melaksanakan pekerjaan dengan hasil baik. Pendapat lain dikemukakan oleh Muins bahwa ”Standar kompetensi merupakan ukuran untuk memahami dan berkomunikasi dengan berbagai kultur dan erat kaitannya dengan profesionalisme”. Standar kompetensi digunakan sebagai pembanding untuk mengukur kompetensi yang dimiliki seseorang.
Menurut Prayitno (BKN, 2003:11), standar kompetensi mencakup tiga hal, yaitu KSA :
• Pengetahuan ( Knowledge ), yaitu fakta dan angka dibalik aspek teknis,
• Keterampilan ( Skills ), yaitu kemampuan untuk menunjukan tugas pada tingkat criteria yang dapat diterima secara terus menerus dengan kegiatan yang paling sedikit,
• Sikap ( Attitude ), yaitu yang ditunjukan kepada pelanggan dan orang lain bahwa yang bersangkutan mampu berada dalam lingkungan kerjanya.
Sedangkan menurut Maarif (2003:16), penetapan standar kompetensi dapat diprioritaskan pada pengetahuan, keterampilan dan sikap, baik yang bersifat hard competencies maupun soft competencies. Soft/generic competencies meliputi enam kelompok kompetensi, yaitu:
• Kemampuan merencanakan dan mengimplementasikan (motivasi untuk berprestasi, perhatian terhadap kejelasan tugas, ketelitian dan kualitas kerja, proaktif dan kemampuan mencari dan menggunakan informasi).
• Kemampuan melayani (empati, berorientasi pada pelanggan).
• Kemampuan memimpin (kemampuan mengembangkan orang lain, kemampuan mengarahkan kerjasama kelompok, kemampuan memimpin kelompok).
• Kemampuan berpikir (berpikir analisis, berpikir konseptual, keahlian teknis/profesional/manajerial).
• Kemampuan bersikap dewasa (kemampuan mengendalikan diri, flesibilitas, komitmen terhadap organisasi).

Disini akan menjelaskan beberapa kompetensi, diantaranya network administrator, network designer, network programmer, database administrator, database designer, dan profesi lain tentang hardware komputer

1. Network Administrator

Kompetensi yang harus dimiliki:

Menghubungkan perangkat keras;

Administer dan melakukan konfigurasi system operasi yang mendukung network;

Administer perangkat network;

Memahami Routing;

Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya;

Mengelola network security;

Monitor dan administer network security.

Read the rest of this entry »

Tugas 2 Manajemen Proyek

Posted: November 17, 2010 in Tugas

1. Jelaskan penggunaan metode critical path methods (CPM) dalam penyelesaian proyek.

Jawab:

Critical Path Method (CPM) “Analisis Jalur Kritis” adalah alogaritma berbasis matematika untuk menjadwalkan sekelompok aktivitas proyek. CPM merupakan salah satu peralatan terpenting untuk manajemen proyek.

Critical Path Method dikembangkan tahun 1950-an oleh Morgan R. Walker dari DuPont dan James E. Kelley, Jr. dari Remington Rand. Keduanya bekerjasama mengembangkan CPM di tahun 1989.

2. Jelaskan prinsip dari metode PERT dalam penyelesaian manajemen proyek.

Jawab:

PERT [Program Evalution Review Technique] adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian pekerjaan yang ada didalam suatu proyek. PERT merupakan salah satu metodologi yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1950.

Teknik ini memungkinkan dihasilkannya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur, karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan.
Tujuan dari PERT adalah pencapaian suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam penyelesaian kegiatan-kegiatan bagi suatu proyek. Dalam metode PERT dan CPM masalah utama yaitu teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya dengan maksud pekerjaan-pekerjaan yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepat waktu serta tepat biaya.

3. Bagaimana mengurangi risiko yang timbul dalam pelaksanaan proyek.

Jawab:

a. Mempelajari jenis resiko yang mungkin muncul dan apa penyebabnya.
b. Mencari jalan pemecahan atau solusi agar yang bersangkutan dapat diatasi atau bahkan dicegah.
c. Mengkaji ulang bagaimana mengurangi probabilitas kemunculan resiko tersebut.
d. Menganalisa cara untuk meminimalisasi terjadinya resiko tersebut.
e. Mencari dan mengaplikasikan beberapa referensi dan perangkat aplikasi yang dapat digunakan oleh para praktisi proyek yang ingin melakukan pengelolaan resiko secara efektif.

Tugas 1 Manajemen proyek dan Risiko

Posted: October 24, 2010 in Tugas
  1. Jelaskan konsep manajemen proyek ?

Jawab :

Manajemen proyek adalah salah satu cara yang ditawarkan untuk maksud pengelolaan suatu proyek, yaitu suatu metode pengelolaan yang dikembangkan secara ilmiah dan intensif sejak pertengahan abad ke-20 untuk menghadapi kegiatan khusus yang berbentuk proyek. (Iman Soeharto, 1999)

Manajemen proyek adalah usaha pada suatu kegiatan agar tujuan adanya kegiatan tersebut dapat tercapai secara efisien dan efektif. Efektif dalam hal ini adalah dimana hasil  penggunaan sumber daya dan kegiatan sesuai dengan sasarannya yang meliputi kualitas, biaya, waktu dan lain-lainnya. Sedangkan efisien diartikan penggunaan sumber daya dan pemilihan sub kegiatan secara tepat yang meliputi jumlah, jenis, saat penggunaan sumber lain dan lain-lain. Oleh sebab itu manajemen proyek pada suatu proyek konstruksi merupakan suatu hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja, karena tanpa manajemen suatu proyek, konstruksi akan sulit berjalan sesuai dengan harapan baik berupa biaya, waktu maupun kualitas Read the rest of this entry »

Kerangka karya ilmiah terdiri dari:

1. Judul
2. Lembar Pengesahan
3. Abstrak/Ringkasan
4. Kata Pengantar
5. Daftar Isi
6. Daftar Tabel
7. Daftar Gambar
8. Daftar Lampiran
9. Daftar Istilah dan atau Daftar Singkatan [kalau ada]
10. BAB I Pendahuluan (latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran)
11. BAB II Tinjauan Pustaka
12. BAB III Bahan dan Metode Penelitian (bentuk penelitian, subjek penelitian, ukuran sampel, definisi operasional, variabel penelitian, prosedur penelitian, cara pemeriksaan/pengukuran, analisis data, tempat dan waktu penelitian, jadwal penelitian, alur penelitian)
13. BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
14. BAB V Kesimpulan dan Saran
15. Daftar Pustaka
16. Lampiran.

Read the rest of this entry »

1.Jelaskan pengertian dari metode ilmiah?

Jawab:

Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Read the rest of this entry »